oleh

Lapas Way Kanan Perkuat Transaksi Nontunai, Optimalkan Program Bebas Peredaran Uang Lewat BRIZZI

-Umum-11 Dilihat

UMPU SEMENGUK (RWK) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan terus memperkuat penerapan transaksi nontunai di lingkungan pemasyarakatan. Salah satunya melalui optimalisasi Program Bebas Peredaran Uang (BPU) dengan menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk meningkatkan penggunaan kartu BRIZZI bagi warga binaan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui koordinasi antara pengelola koperasi Lapas Way Kanan dan pihak BRI Way Kanan yang berlangsung pada Selasa (9/6). Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis dan layanan guna memastikan sistem transaksi nontunai berjalan lebih efektif, aman, dan nyaman bagi warga binaan.

Kepala Lapas Way Kanan, Riski Burhannudin, mengatakan bahwa kerja sama dengan pihak perbankan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di dalam lapas.

“Koordinasi dengan Bank BRI ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan kartu BRIZZI sehingga layanan bagi warga binaan dapat berjalan semakin baik, aman, dan efektif,” ujar Riski.

Menurutnya, penerapan Program BPU menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel. Dengan sistem transaksi nontunai, seluruh aktivitas pembayaran kebutuhan warga binaan dapat dilakukan tanpa menggunakan uang tunai, sehingga lebih tertib dan mudah diawasi.

Selain mendukung transparansi, penggunaan kartu BRIZZI juga sejalan dengan upaya transformasi digital yang tengah didorong di lingkungan pemasyarakatan. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat integritas pengelolaan keuangan di dalam lapas.

Sementara itu, perwakilan BRI Way Kanan, Famy Oktafiando, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pelaksanaan transaksi nontunai di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui koordinasi yang terus dilakukan, kami berharap sistem transaksi nontunai dapat berjalan semakin efektif dan memberikan kemudahan bagi warga binaan maupun petugas,” kata Famy.

Dengan penguatan kolaborasi antara Lapas Way Kanan dan BRI, implementasi Program Bebas Peredaran Uang diharapkan semakin optimal, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan layanan pemasyarakatan yang modern, profesional, dan berintegritas. (RWK)