Warga Nuar maju Tagih Janji Politik Bupati

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Buay Bahuga(RWK),- Di ketahui Pada pelaksanaan Monev penggunaan DD Tahun 2019 Kampung Nuar maju, Bupati Way Kanan Sempat Melihat kondisi Jemabatan yang sudah sangat memprihatinkan tersebut (06/10)

Sempat terucap janji kepada warga Nuar Maju yang saat itu berdatangan ingin melihat orang no 1 di Kabupaten Way Kanan
Dirinya menyatakan,jika terpilih kembali memegang amanah , ia akan merealisasikan Pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Sukakarya dengan Kampung Nuar Maju dan antara kampung Nuar Maju dengan Desa Kurungan Nyawa 3 Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatera Selatan.

Janji tersebut sangat menarik simpati masyarakat untuk memenangkan Bupati pertahana tersebut. Terbukti dengan hasil pemilihan Tahun 2020, Adipati menang telak di Kampung Nuar Maju.

Wira Nata Kakam nuar maju Saat di kinfir masi Awak.media memgatakan “Tahun 2019 sebelum pemilihan tepatnya, Bupati menyambangi Kampung Nuar Maju dan sudah melihat secara langsung kondisi jembatan yang rusak itu. Saat itu, Bupati mengatakan, jika dirinya terpilih kembali menjadi Bupati, ia akan langsung merealisasikan pembangunan jembatan penghubung yang rusak itu,” jelasnya

Baca Juga  Tugas Perdana Komisi I, Hearing dengan Masyarakat Adat Gunung Sangkaran

Namun , hingga saat ini janji Politik tersebut belum dilaksanakan oleh Bapak Bupati
sah-sah saja warga banyak bertanya Akan janji tersebut dan

“Kalo soal masyarakat yang selalu mengeluh mengenai kondisi jembatan tersebut, karena jembatan tersebut saat ini sudah sangat sulit untuk dilalui itu benar seperti yang kawan kawan media.lihat kelasnya

Dirinya menjelaskan “Jembatan itu satu-satunya fasilitas umum yang dimanfaatkan masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi dan dijual, selain itu jembatan itu juga sering digunakan masyarakat untuk mengantar anak-anaknya sekolah, jadi bisa dibilang jembatan tersebut merupakan akses utama yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Jika tidak ada jembatan, masyarakat kesulitan untuk beraktivitas, mengingat jembatan itu adalah satu-satunya akses yang menjadi penghubung beberapa Dusun,

Baca Juga  Kembali Ngantor, Camat Negeri Agung langsung Tancap Gas

Sebelumnya juga pihak dari Dinas PU dan konsultan telah beberapa kali melakukan pengecekan lokasi dan sudah melakukan perencanaan. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut hingga saat ini,” ujar Wira.

Lebih jauh, Wira menuturkan saat ini masyarakat memanfaatkan pohon kelapa yang disusun untuk membuat jembatan darurat. Ia juga mengaku Dana Desa yang ada saat ini tidak dapat menanggulangi pembuatan Jembatan tersebut, karena pembangunan jembatan tersebut memerlukan biaya yang sangat besar karena kapasitas beban jembatan sangat besar, mengingat sebelumnya jembatan tersebut digunakan masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi seperti Sawit.

Sebelumnya, Pemerintah Kampung Nuar Maju telah menanyakan kelanjutan dari janji tersebut
“Karena masyarakat terus mendesak saya sudah jadi kwajiban saya sebagai kakam untuk menyikapi keluhan dannapa yang jadi harapan warga kampung nuar maju tutup Wira

Baca Juga  Gagal Panen Hantui Petani

Terpisah” Bupati Way kanan menjelaskan untuk saat ini pembangunan jembatan belum bisa dilaksanakan mengingat Prioritas penggunaan dana saat ini diperuntukkan untuk penanggulangan Covid-19, bukan hanya di Way Kanan. Namun Nasional pun memprioritaskan penggunaan dana terfokus pada Covid-19,” jelasnya.
kita sama-sama berdo’a smoga wabah ini cepat berlalu dan kita bisa menggunakan anggaran semaksimal mungkin dan apa yang menjadi harapan masyarakat nuar maju cepat terealisasi

Menurut Wira hal itu tentunya sangat dimaklumi, karena saat ini bukan hanya Way Kanan namun seluruh daerah di Indonesia tentunya memiliki prioritas yang sama saat ini. Dirinya berharap masyarakat setempat dapat memaklumi kondisi yang saat ini terjadi. Namun, Ia berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan dapat menyikapi hal ini dengan cepat dan memprioritaskan jembatan tersebut karena Jembatan tersebut saat ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. (RWK/Dima)