Blambangan Umpu RWK.- Gonjang Ganjing informasi rencana enaikan BBM membuat semua SPBU diWay Kanan menjadi sibuk, dan diduga menjadi penyebab semakin cepatnya BBM di SPBU SPBU tersebut kehabisan BBM, dan membuat Kapolres Way Kanan bersama pejabat utama Polres Way Kanan merasa perlu melakukan monitoring dan pengamanan .
Kapolres menyampaikan kegiatan monitoring pendistribusian serta stock BBM di 5 (lima) SPBU Kabupaten Way Kanan ini untuk memastikan persediaan BBM dan sekaligus koordinasi dengan pemilik SPBU agar jangan sampai adanya penyalahgunaan terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM).
“ Dalam kondisi seperti ini kami pastikan tidak boleh terjadi penimbunan dalam bentuk apapun di SPBU sehingga tidak terjadi kelangkaan atau antrian yang cukup panjang untuk mengisi BBM ,” tegas Kapolres.
Lebih jauh Kapolres menerangkan untuk keinginannya itu pihaknya telah menyiapkan 109 personelnya , untuk memberikan pengamanan dan edukasi kepada masyarakat dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah pusat baik di setiap SPBU maupun di wilayahnya yang ada pertashop.
Selain itu, dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Way Kanan, saya berharap masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menanggapi rencana penyesuaian harga BBM oleh pemerintah,” Imbuhnya.
Walaupun pada pelaksanaan pengamanan tersebut Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna menyaksikan langsung antrian panjang di SPBU 24.345.23 Kampung Negeri Baru, Umpu Semenguk dan di SPBU 24.347.149 Kampung Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu, serta di SPBU 24.345.21 Kampung Bumi Ratu masih terjadi antrian kendaraan untuk mengisi BBM, sedangkan di SPBU SPBU 24.347.122 Kampung Gunung Katun dan SPBU 24.345.18 Kampung Tiuh Balak Baradatu masih terlihat Normal .
Terpisah pengamanan yang dilakukan olehPolres Way Kanan tersebut mendapatkan respon biasa saja dari masyarakat, karena hal itu memang sudah menjadi kewajiban Kepolisian mengamankan program pemerintah, hanya saja masyarakat justru berharap penindakan tegas dilakuka oleh oknum oknum yang diduga melakukan penimbunan BBM, karena penimbuna n itulah yang menjadikan BBM menjadi langka dan sulit didapat, demikian halnya dengan penggunaan BBM subsidi oleh perusahaan dan atau oleh penggede untuk pengolahan maupun produksi perusahaan perkebunan pribadi.
“ Semua orang pasti bertanya kok di SPBU BBM kosong, tetapi diluar SPBU BBM jenis subsidi banyak, siapa yang mengeluarkan, dan siapa yang menjualnya, itu pertanyaan mudah, belum lagi dugaan BBM Subsidi itu dibeli untuk jatah perusahaan tertentu melalui orang orang tertentu ( Oknum red ), sehingga saat warga beli BBM di SPBU sudah habis, inikan penyimpangan itu yang perlu di tindak lanjuti , tapi kok aman aman saja,”ujar Adi S, warga Blambangan Umpu.
Masih menurut Adi, di Way Kanan diduga selain kendala diatas, diduga ada juga permainan SPBU yang menyatakan Stok BBM nya habis, agar masyarakat dipaksa membeli Pertamax , padahal Sebenarnya BBM pertalaite masih tersedia,
“ Ini hanya dugaan saja, polisi lebih pintar membuktikannya,” tegas Adi S.RWK I






