oleh

Sekolah lagi, Keluarga Besar SMAN 2 Negeri Agung Gelar Shlat istisqo’

-Umum-12 Dilihat

Negeri Agung Radar Way Kanan.Com,-Setelah beberapa hari aktivitas pembelajaran terganggu akibat dampak abu vulkanik gunung anak Krakatau, kabar yang dinanti ribuan pelajar akhirnya tiba. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SMA N 02 Negeri Agung kembali dimulai. Jumat(11/09/2026).

Namun, kembalinya para pelajar ke sekolah tidak sekadar ditandai dengan bel masuk dan dimulainya pelajaran.

Hari pertama KBM tatap muka justru akan diawali dengan Sholat Istisqo dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar masyarakat Lampung diberikan keselamatan dan kondisi alam segera membaik.

Kepala UPT SMAN 02 Negeri Agung Iswahyudi menyampaikan surat edaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahwa seluruh sekolah dapat kembali melaksanakan KBM tatap muka secara serentak pada Jumat.

“Alhamdulillah hari ini Jumat tanggal 11 September 2026, dapat kembali memulai Kegiatan Belajar Mengajar dengan Tatap Muka serempak di awali dengan sholat istisqo pada pagi harinya,” ujar Iswahyudi

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 400.3.8/2035/IV.01/DP.2/2026 yang ditandatangani pada 10 September 2026.

Melalui surat edaran itu, seluruh satuan pendidikan diminta melaksanakan Sholat Istisqo secara berjamaah pada pukul 07.30 WIB.

Pelaksanaannya dapat dilakukan di masjid maupun lapangan sekolah masing-masing. Bukan hanya siswa yang mengikuti. Kegiatan tersebut melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta warga sekolah lainnya.

Sholat Istisqo menjadi bagian penting dalam momentum kembalinya aktivitas pembelajaran tatap muka.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar musibah, musim kemarau panjang, serta dampak bencana alam yang terjadi segera diangkat.

Langkah tersebut bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi sekaligus menjadi bentuk pendidikan karakter, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan sekolah.

Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, seluruh warga sekolah juga diminta tidak langsung masuk ke ruang kelas.

Guru, peserta didik, bersama petugas kebersihan diminta terlebih dahulu memastikan kembali kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah, terutama setelah sebelumnya terdampak debu vulkanik.

Kebersihan menjadi perhatian penting agar proses KBM tatap muka dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Iswahyudi juga mengingatkan seluruh warga sekolah agar tetap menjaga kesehatan selama kembali beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan sekolah dan menggunakan masker ketika di ruang terbuka untuk kebaikan bersama,” pesannya.

Hari tersebut menjadi momentum untuk memulai kembali aktivitas pendidikan dengan doa, kebersamaan, kepedulian, dan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan

Berharap KBM tatap muka dapat kembali berjalan lancar, aman, nyaman, dan penuh berkah, sehingga para pelajar dapat kembali menuntut ilmu setelah sebelumnya aktivitas pembelajaran terganggu akibat kondisi alam.( RWK/A.Said)