Radar Waykanan.Com,
Negara Batin,-Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang disertai tingginya kadar debu yang melayang di udara diwilayah kecamatan Negara Batin, kini mulai menjadi perhatian serius. Kondisi cuaca yang kering dan berangin ini berpotensi meningkatkan risiko penyebaran gangguan pernapasan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang lebih dikenal dengan ISPA.
Kekeringan udara serta debu halus yang bertebaran akibat berkurangnya curah hujan dalam waktu lama menjadi pemicu utama masalah kesehatan tersebut. Partikel debu yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga membuat masyarakat lebih rentan mengalami batuk, pilek, hidung tersumbat, hingga sesak napas. Risiko ini dikatakan lebih tinggi menimpa kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang sudah memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan paru-paru.
Kepala Puskesmas Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pencatatan saat pelaksanaan kegiatan Posyandu, tercatat sebanyak 102 temuan kasus gangguan kesehatan berupa ISPA. Rinciannya terdiri dari 22 kasus pada balita, 20 kasus pada anak-anak, 23 kasus pada remaja, 21 kasus pada orang dewasa, serta 16 kasus pada lansia.
“Selain itu, data pencatatan resmi yang masuk ke Puskesmas Gisting Jaya juga mencatat adanya kasus ISPA sebanyak satu orang anak dan dua orang dewasa. Sementara untuk kasus Akut Nasofaringitis, tercatat satu orang anak dan tiga orang dewasa,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, pihak terkait mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Beberapa langkah sederhana namun penting yang disarankan antara lain, rutin memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, sering mencuci tangan dengan sabun, memperbanyak minum air putih agar saluran pernapasan tetap lembap, serta menjaga kebersihan halaman agar tidak menumpuk debu.
Warga juga diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mulai merasakan gejala seperti demam, batuk berlanjut, atau sesak napas, agar penanganan dapat dilakukan lebih dini dan mencegah kondisi kesehatan memburuk.(RWK/JONI)






