RADARWAYKANAN.COM – Blambangan Umpu-Diduga Karena Faktor Keterpaksaannya menjadi Kepala Sekolah SD N 1 Tanjung Raja Sakti, Sehingga Sekolah Setempat terkesan Kumuh tidak terawat.
Nur Said, Ia,.Sosok Kepala Sekolah yang dilantik langsung oleh Bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya Beberapa Waktu Lalu, Bukan merasa senang atau bersyukur telah di beri amanah oleh orang Nomor satu di Kabupaten Way Kanan akan tetapi,. justru, Merasa terpaksa telah Dilantik menjadi Kepala Sekolah SD N 1 Tanjung Raja Sakti yang mana ia secara terang-terangan mengakui hal itu, Saat Tim Pemerhati Jurnalis Siber melakukan Investigasi.
“Sebenarnya dari dulu saya juga gak setuju jadi kepala Sekolah mending saya bertani bisa tenang”imbuhnya.
Menurut Nur Said dirinya menjadi Kepala Sekolah karena dilantik Secara sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu melainkan langsung dipanggil dan dilantik.
“Waktu itu saya dihubungi tapi tidak saya angkat karena sedang sakit, besoknya saya dilantik jadi kepala sekolah,”tambahnya.
Saat ditanya sebatas mana anggaran dana Bos yang telah ia Realisasikan untuk Sekolah yang ia pimpin itu. Nur Said Mengatakan diri telah menjalankan prosedur dan telah diperiksa oleh Instansi terkait.
“saya sudah menjalankan semua anggaran yang ada, dan sudah di periksa oleh Inspektorat Kabupaten Way Kanan dan BPKP”katanya.
Tidak hanya itu, Nur Said Juga berharap media dapat segera memberitakan dirinya agar Bupati Kabupaten Way Kanan mengetahui dan diberhentikan jabatannya sebagai kepala sekolah sehingga fokus untuk bertani.
“ga ada masalah, silahkan aja kalau mau diberitakan. Saya senang kalau dipanggil bupati, syukur-syukur saya diberhentikan dari jabatan kepala sekolah, supaya saya tenang dan enak ke kebon saja, bertani,”harapnya.
Sementara itu, Menurut Keterangan salah seorang Gurunya yang mengajar di Sekolah Filial dari SD N 1 Tanjung Raja Sakti yang minta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa Sekolah tersebut memiliki anggaran dari dana BOS yang diperuntukkan sebagai perawatan sekolah dan Sekolah Filial akan tetapi anggaran tersebut diduga tidak di realisasaikan sebab SD N 1 tanjung Raja Sakti maupun Filial tidak terawatt dan Nampak Kumuh.
“itu ada anggarannya untuk perawatan tapi sekolahnya kumuh seolah tidak ada anggaran untuk merawat sekolah, kalian boleh cek langsung keadaan sekolahnya bagaimana”terangnya.
Berdasarkan Investigasi Tim Pemerhati Jurnalis Siber dilokasi SD N 1 Tanjung Raja Sakti yang didampingi Tokoh Pemuda Tanjung Raja Sakti, benar adanya bahwa SD yang dipimpin Nur Said seakan tidak terawat.
“ini kita sudah lihat langsung, bagian Luar, Plafon sudah hampir Runtuh, atap sudah ada yang bocor, bagian dalamnya, Dinding sudah pudar dan penuh coret-coretan padahal harga cat biasa tidak sampai 1 juta masak siswa 250 lebih dari dana bos nya tidak bisa untuk beli cat”ungkap AR Tokoh pemuda setempat saat mendampingi Tim PJS.RWK



