BLAMBANGAN UMPU (RWK) — Upaya pemberantasan narkoba terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Dukungan kali ini datang dari tokoh nasional, Dr. Hj. Rina Marlina, yang melakukan kunjungan langsung ke Rumah Edukasi Anti Narkoba di Kabupaten Way Kanan, Senin (20/04).
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian terhadap langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang kian kompleks. Dalam kesempatan itu, Rina Marlina yang akrab disapa Umi Rina, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pemerintah daerah yang dinilai berhasil menghadirkan pusat edukasi berbasis kesadaran masyarakat.
“Keberadaan Rumah Edukasi Anti Narkoba ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga generasi muda. Ini bukan sekadar program, tetapi investasi masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan edukasi yang berkelanjutan serta pengawasan yang konsisten di tengah masyarakat.
Ia menilai program-program yang dijalankan di rumah edukasi tersebut mampu membangun kesadaran sejak dini, khususnya di kalangan pelajar dan pemuda. Edukasi yang masif, kata dia, menjadi kunci untuk memutus rantai penyalahgunaan narkoba.
“Ini bukan hanya soal memberantas, tapi membangun pola pikir. Ketika generasi muda sadar akan bahaya narkoba, mereka akan dengan sendirinya menjauhi,” tambahnya.
Rina Marlina juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam mendukung gerakan ini. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, lingkungan yang bersih dari narkoba bukanlah hal yang mustahil.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus GRANAT Way Kanan, termasuk Wakil Ketua DPC, kepala sekolah Rumah Edukasi, serta sejumlah pengurus lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi yang solid dalam mendukung gerakan anti narkoba di tingkat daerah.
Rumah Edukasi Anti Narkoba Way Kanan sendiri kini menjadi salah satu pionir dalam upaya pencegahan berbasis edukasi di Lampung. Ke depan, diharapkan model serupa dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai langkah strategis menyelamatkan generasi bangsa.






