Bumi Agung (Rwk),Sebagai sarana untuk menjaga dan memperkuat hubungan antara warga dusun serta sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah alam yang diberikan Allah SWT, maka Pemkam bersama warga Kampung Mulyoharjo, Kecamatan Bumi Agung, Way Kanan menyelenggarakan kegiatan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dalam rangka bersih Kampung Mulyoharjo dengan mengangkat tema ‘ Wahyu Ketentraman ” Di dalangi oleh Ki Guritno Purbo Carito, Bertempat di kediaman Kepala Kampung Mulyoharjo Deden Alkindo “Kamis 24/07/2025.
Camat Bumi Agung Firdaus dalam sambutannya menyampaikan ” Guna memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup, baik antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, maupun manusia dengan Sang Pencipta, pada puncak acara Bersih Kampung Mulyoharjo digelar pertunjukan wayang kulit, kata Firdaus.
Menurut Firdaus lakon ‘Wahyu Katentreman’ merupakan salah satu cerita dalam dunia pewayangan yang sarat dengan makna filosofis dan spiritual yang memiliki arti wahyu atau anugerah yang membawa ketenangan dan kedamaian, urai Firdaus. .
“Semoga masyarakat Kampung Mulyoharjo dan sekitarnya memahami bahwa kedamaian sejati dalam masyarakat hanya bisa tercapai jika pemimpin memiliki kebijaksanaan dan ketenangan batin,” dan dalam konteks pewayangan, wahyu merupakan simbol dari pengetahuan ilahi atau kearifan yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang memiliki hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Lakon ini menggambarkan pencarian spiritual oleh para ksatria atau raja untuk mendapatkan wahyu demi menciptakan kedamaian di kerajaannya, dimana cerita lakon pada malam ini menceritakan perjalanan seorang ksatria yang harus melalui berbagai ujian dan rintangan untuk memperoleh wahyu katentreman. Perjuangan ini menggambarkan betapa sulitnya mencapai ketenangan batin dan kedamaian sejati yang hanya bisa diraih melalui pengendalian diri, pengorbanan, dan keikhlasan.
Saat perjalanan mencari wahyu, sang ksatria dihadapkan pada berbagai godaan dan pertarungan melawan kekuatan jahat yang ingin menggagalkan usahanya. Pertarungan ini melambangkan konflik abadi antara kebaikan dan kejahatan yang ada dalam setiap manusia. Hanya dengan menaklukkan hawa nafsu dan godaan duniawi maka manusia dapat mencapai ketenangan dan kedamaian sejati, Tutup Firdaus dengan memberikan kata kunci filosofi matahari bulan dan bintang.
Kepala Kampung Mulyoharjo Deden Alkindo mengucapkan terimakasih kasih kepada Pemerintahan Kecamatan Bumi Agung terkhusus kepada Camat Bumi Agung Firdaus yang sudah hadir dan membimbing roda Pemerintahan Kampung Mulyoharjo selama ini, sehingga tahap demi tahap Kampung Mulyoharjo semakin baik.
Begitu juga di ucapkan terima kasih kepada kepada Anggota Dewan DPRD Way Kanan Bahari Sanjaya, Kapolsek Bumi Agung Ipda Rendy Rizki Utama, Bhabinsa,Ketua Abdesi Kec. Bumi Agung Iwan Fatra dan Para Kepala Kampung, BPK, Aparatur Kampung Mulyoharjo dan para tokoh agama dan masyarakat yang hadir.
” Tema Wayang Kulit ” Wahyu Katentreman ” Sengaja saya ambil tema ini karena inti dari cerita tersebut mengajarkan kepada kita semua bahwa kedamaian dan ketenangan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus dicari dan diperjuangkan. Di dunia yang penuh dengan konflik dan ketidakpastian, pesan ini menjadi sangat penting sebagai pengingat akan nilai-nilai spiritual yang sering kali terabaikan. Untuk itu mari kita hidup rukun, damai dan tenang,saling baju membahu, hindari konflik dan berjuang bersama demi kemajuan Kampung Mulyoharjo yang lebih baik, Tutup Deden Alkindo. RWK/INDRA A






