Nasih menurut AKBP Pratomo bahwa, korban merupakan tulang punggung keluarga, sehingga dengan terbunuhnya korban ( ragil red ), kehidupan keluarganya akan lebih sulit, dan sebagai bentuk empati kita selaku angggota Polri, kita harus yterus buru pelaku, kejar sampai dapat dan berikan hukuman yang berat sesuai dengan apa yang telah ia perbuat,
Selain itu imbuh AKBP Pratomo, ia telah meminta kepada anggotanya untuk menggalakkan Patroli baik pada malam maupun disiang hari, khususnya didaerah derah atau dijalur rawan kriminalitas, termasuk menggelar Razia razia kendaraan bermotor dengan sasarannya pelaku C3 (curas, curat dan curanmor) periksa dan geledah barang dan kendaraannya, untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus untuk mencegah terjadinya kejadian serupa,
Diterangkan, Ragil (23) Warga Kampung Gunung sari Kecamatan Gunung Labuhan Way Kanan meregang nyawa di jalan Kampung Negeri Hulu Sungkai Kecamatan Gunung Labuhan setelah pipi kanannya tembus oleh peluru pelaku yang diduga begal, saat dirinya bersama dua rekannya dalam perjalanan akan melakukan COD HP. Sebelum bertemu dengan orang yang mereka cari ditengah jalan mereka melihat ada orang seperti mencari sesuatu dipinggir jalan, mirisnya saat dihampiri malah orang tersebut menodong korban dan meminta korban untuk menyerahkan motor yang ia bawa, dan kalau tidak korban akan ditembak, dan karena korban tidak mau menyerahkan sepeda motornya ahirnya korban ditembak pelaku, namun mungkin karena takut ketahuan pelaku tidak membawa motor korban.












