Perayaan Hari Raya Galungan juga dibarengi dengan upacara keagamaan lainnya, seperti Hari Tumpek Wariga (Pengatag) yang dilaksanakan 25 hari sebelum perayaan hari Galungan. Kemudian ada juga ritual Kliwon Wuku Wariga, di mana umat Hindu melakukan persembahan kepada Sang Hyang Sangkara.
Ciri khas Hari Raya Tumpek Pengatag dengan menghaturkan persembahan berupa bubur (bubuh) beraneka warna, seperti bubur warna putih, kuning, merah, dan hijau. Rangkaian upacara berikutnya dinamakan Sugihan Jawa yang dilaksanakan enam hari sebelum Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa berasal dari kata sugi yang berarti menyucikan, sedangkan Jawa atau jaba berarti di luar. Kemudian lima hari sebelum Galungan digelar upacara Sugihan Bali yang memiliki makna membersihkan diri manusia baik jiwa dan raga lalu tiga hari sebelum Hari Raya Galungan diadakan Pahing wuku Dungulan atau dikenal juga sebagai Hari Penyekeban Kemudian, dua hari sebelum Hari Raya Galungan ada upacara Penyajaan, di mana umat Hindu harus benar-benar memantapkan diri dalam pelaksanaan upacara lalu, tepat sehari sebelum Hari Raya Galungan dikenal dengan Penampahan Galungan, dalam prosesi ini, umat Hindu menyembelih babi sebagai simbolis membunuh nafsu binatang yang berada dalam diri manusia, dan digunakan sebagai perlengkapan upacara keagamaan.
RWK HABIBI ADI PUTRA












