oleh

Gebyar PAUD Way Kanan 2026: Anak-anak Unjuk Kreativitas, Guru dan Orang Tua Didorong Perkuat Literasi

-Umum-10 Dilihat

BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Gedung Pusiban Way Kanan mendadak penuh warna. Ratusan anak usia dini tampil percaya diri dalam Gebyar Bunda PAUD Tingkat Kabupaten Way Kanan 2026, Rabu (30/9).

Kegiatan diawali senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat, kemudian dilanjutkan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan PAUD dari 15 kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan, Kiki Christianto, mengatakan Gebyar PAUD menjadi ruang bagi anak dan para pendidik untuk berekspresi sekaligus memperoleh apresiasi.

“PAUD merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas, sekaligus membentuk karakter, kecerdasan dan akhlak anak,” ujarnya.

Sebanyak 255 siswa PAUD, 105 pendidik dan tenaga kependidikan, serta 90 guru pendamping ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Perlombaan dibuat beragam, mulai dari fashion show dengan bahan daur ulang bernuansa merah putih, tari kreasi Nusantara, estafet kemandirian memakai kaos kaki dan sepatu, pidato pendek, lempar ring toss hingga senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Sementara bagi pendidik, kompetisi diisi dengan melukis di kain polos, praktik pembelajaran mendalam berbasis STEAM, serta lomba bercerita atau mendongeng dengan tema kekerasan pada anak dan antisipasi bencana.

Bupati Way Kanan sekaligus Bunda PAUD Way Kanan, Ayu Asalasiyah, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya membangun keberanian, kemandirian, kreativitas dan inovasi anak sejak dini.

“Anak-anak di usia dini ini sudah berani tampil tanpa didampingi orang tuanya. Ini menunjukkan kemandirian,” kata Ayu.

Menurutnya, keberhasilan anak tidak hanya ditentukan sekolah. Peran guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi Way Kanan.

Ayu juga mendorong satuan pendidikan membiasakan budaya literasi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Ia meminta sekolah menyediakan sedikitnya 5–10 menit bagi anak untuk berinteraksi dengan buku sesuai usianya.

“Meski anak-anak PAUD belum bisa membaca, pembiasaan membuka buku akan tercipta sejak dini,” ujarnya.

Gebyar PAUD kemudian dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan fashion show serta berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak PAUD dari seluruh Way Kanan. (RWK/AT)