oleh

Gas Elpiji 3 Kg di Gunung Labuhan Langka dan Mahal, Warga Menjerit!

-Umum-228 Dilihat

RADARWAYKANAN.COM,-Gunung Labuhan, Harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan, tembus hingga Rp 35 ribu per tabung.

Lonjakan harga LPG bersubsidi ini disebabkan kelangkaan di pangkalan. Akibatnya, beberapa warga terpaksa membayar mahal jika ada jualan Gas LPG 3kg.

Sebagaimana dikatakan Liza, ibu rumah tangga di Kampung Bengkulu Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan mengeluhkan, dirinya susah mendapatkan gas ukuran 3 kg di wilayahnya. Iya mengatakan, tak jarang harus berkeliling ke kampung tetangga untuk bisa mendapatkan gas elpiji berusbsidi.

Ketika dapat pun, harga gas melon itu cukup mahal. Padahal harga normal sesui HET yakni Rp 21 ribu per tabungnya.

“Yang jual eceran, per tabungnya sekitar Rp.35,000. Sudah harganya segitu, terus susah didapat,” kata Liza saat ditemui Radarwaykanan.com, Jum’at (29/03/2024).

Ibu Empat anak ini mengatakan, sudah sebulan terakhir ini gas 3 kilogram mulai langka di Kecamatan Gunung Labuhan khususnya di Kampung Bengkulu Jaya. Hal ini membuat sebagian masyarakat kelimpungan untuk mendapatkan gas subsidi itu. Pasalnya, agen gas yang biasa menjadi langgananya di wilayah itu selalu kehabisan stok. Ia dan warga lainya terpaksa sering menitipkan tabung kosongnya di tingkat pengecer hanya untuk mendapatkan satu tabung. Ketika dapat pun, harganya cukup mahal.

“Sudah sebulan gas ini langka, harganya juga mahal biasanya kami beli cuma Rp.25 ribu per tabung dengan ukuran 3 kg akan tetapi saat ini melambung mencapai Rp.35 ribu pertabung”tegasnya.

Tak Hanya Liza, peristiwa serupa juga dialami Dewi, bahkan dirinya sempat keliling di 5 Kampung di Kecamatan Gunung Labuhan namun tidak juga mendapatkan agen yang menjual Gas LPG ukuran 3Kg.

“Dari Kayubatu, Bengkulu Raman, Curup Patah, lalu saya ke Kampung Bengkulu itu juga masih gak dapat. Semua stok kosong terpaksa saya menggunakan cara alternatif untuk memasak”terang Dewi.

Meski langka dan harganya mahal, namun masyarakat tetap berupaya untuk mendapatkan gas elpiji subsidi kendati di luar wilayah meski harus adu cepat dengan konsumen lain.

“Sekarang kalau nggak pesen dulu atau cepet-cepetan, pasti tidak kebagian,” tuturnya.

Kelangkaan Gas LPG 3kg diduga akibat dikeluarkan nya aturan pemerintah pusat yang sudah mewajibkan Masyarakat untuk mendaftar diri ke pangkalan atau subpenyalur resmi PT Pertamina (Persero) jika ingin mendapatkan Subsidi Gas LPG 3Kg. Akan tetapi hingga saat ini belum ada himbauan dari pemerintah Kabupaten Way Kanan ke pemerintah kecamatan dan Kampung untuk masyarakat agar mendaftar diri sebagai penerima subsidi Gas LPG 3Kg sehingga gas yang salurkan PT Pertamina Untuk Kabupaten Way Kanan hanya terbatas.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Indagsar Kabupaten Way Kanan Edi Suprianto melalui Kabid Perdagangan Ali Kandar mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan secara langsung di pangkalan.

“Terkait ada informasi tentang Kelangkaan Gas LPG tersebut, Pada hari Senin, 18 Maret 2024 yang lalu, Kami sudah melakukan pengecekan di pangkalan Bersama Kadis Indag Langsung ikut Turun di Kecamatan Gunung Labuhan khususnya di Pangkalan-pangkalan yang ada di Kecamatan Gunung Labuhan, dan sudah kami konfirmasi terkait informasi kelangkaan tersebut.
Dan Kebetulan hasil konfirmasi kami bahwa bukan terjadi kelangkaan tetapi memang pangkalan sedang menunggu pengiriman Gas LPG, terkait memang jadwal pengiriman nya 1 minggu 1 kali, dan ada yg 2 minggu sekali, tergantung agen masing-masing pangkalan.”papar Ali.

Ali juga mengatakan kelangkaan disebabkan terjadinya peningkatan pemakaian oleh konsumen.

“Adapun terjadi kekosongan Gas, informasi dari Pangkalan dikarenakan pada Bulan Puasa tersebut terjadi peningkatan Pemakaian Gas LPG oleh Konsumen, sehingga pemakaian gas lpg lebih cepat habis. Mungkin itu sementara informasi yg kami dapatkan terkait hasil turun lapangan”pungkasnya. RWK/(Kadarsyah)