Dua Kampung Gelar Musyawarah Pendataan SDGs

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]

Negeri Agung RWK, – Pemerintah Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Melaksanakan Rapat/ Musyawarah Evaluasi Hasil Tim Relawan Pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis SDGs Tahun 2021 yang dilaksankan oleh dua kampung di Balai Kampung Kalipapan, Kamis (08/04).

Diketahui, kampung Kalipapan Rejo masih berinduk pada kampung Kalipapan yang rencana nya akan dipecah menjadi kampung depinitif sehingga pelaksanaan SDGs itu masih digelar pada satu kampung yakni di kampung Kalipapan.

Foto; Peserta Rapat Musyawarah SDGs

Nampak hadir pada kegiatan tersebut kepala kampung Kalipapan Soleman, Pelaksana Jabatan (PJ) kepala kampung persiapan Kalipapan Rejo Edison, SE, Tim Pemutahiran Data, Peserta, dan bersama aparatur kampung Kalipapan.

Baca Juga  Polres Way Kanan Dipenuhi Pemburu Calon Pendaftar ASN

Pelaksana Jabatan (Pj) kampung persiapan Kalipapn Rejo Edison SE mengatakan tujuan dari pada rapat ialah sebagai bahan acuan dan patokan baik bagi pemerintah pusat provinsi dan kabupaten dalam menentukan aturan-aturan baik berupa bantuan maupun kebijakan yang akan di berikan pada setiap pemerintah kampung.

“Ketersedian data itu penting sebagai salah satu acuan kegiatan pembangunan di Kampung, sehingga perlu menyediakan data yang lengkap dan mudah di akses, Sehingga dapat terklarifikasi jenis kategorial untuk setiap kampung sesuai data yang di dapat dan di input,” Jelas Edison .

Baca Juga  Camat Negeri Agung Beserta Ketua TP-PKK Pokja III Kabupaten Tinjau Kebun kolektif Kampung Bandar Dalam

Terpisah, kepala kampung Kalipapan Soleman juga berharap agar para peserta dapat menyerap informasi yang di sampaikan pada kegiatan rapat agar tercapai dan terwujud satu kesatuan data yang kongkrit, valid, dan riil yang sesuai dengan keadaan di dalam kampung sehingga terdapat kepadanan data yang terpadu.

“SDGs dan IDM menjadi alat ukur untuk menentukan status perkembangan kampung dan sebagai rujukan dalam menyusun program pengentasan Kampung tertinggal, sama seperti halnya saat mendata calon penerima BLT DD, Tim relawan nantinya akan melakukan pendataan berbasis RT dan RW dapat berjalan lancar.”pungkasnya Soleman. (RWK/A.Said/Alba)