RADAR WAY KANAN.COM,-Warga di Kampung Pulau Batu, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, Lampung, digegerkan oleh kaburnya satu keluarga yang tinggal di Kampung setempat. Keluarga yang terdiri dari suami, istri, menantu, dua orang anak perempuan, dan dua cucu balita itu, diduga kabur pada Rabu (18/12/2025) malam karena tidak mampu membayar hutang di bank keliling yang mencapai Rp 500 juta Lima ratus juta rupiah.
Diduga, keluarga tersebut telah terjebak dalam jeratan utang yang tak berujung, dengan hutang yang terus membengkak dan tekanan yang semakin mencekik. Mereka sering menerima panggilan dan surat dari penagih hutang, yang membuat mereka semakin stres dan tertekan.
“Dua bulan terakhir, istri dari YN pernah mengeluh masalah hutang yang melilit keluarganya. Ia bercerita, ‘sepertinya saya tidak sanggup lagi untuk membayar hutang tersebut’,” ucap salah satu warga yang namanya tidak ingin disebutkan, dengan suara yang terisak-isak.
Kebun seluas 1 hektar, mobil, dan beberapa kendaraan motor semua sudah terjual demi untuk menutupi dan mencicil hutang setiap minggu dan setiap bulannya, tetapi hutang tersebut tak kunjung dapat dilunasinya. Keluarga tersebut seolah-olah terjebak dalam lingkaran utang yang tak berujung, tanpa ada harapan untuk keluar.
“Saya sering melihat mereka menerima panggilan dan surat dari penagih hutang. Mereka terlihat sangat stres dan tidak tahu apa yang harus dilakukan,” kata salah satu warga, dengan mata yang berkaca-kaca.
Keluarga tersebut kabur pada malam hari, meninggalkan semua barang-barang mereka di rumah. Mereka tidak meninggalkan alamat atau nomor kontak, sehingga sulit untuk dihubungi. Warga sekitar masih berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga tersebut.
“Ini sangat mengejutkan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka,” kata warga lainnya, dengan suara yang terharu.
Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya pinjaman bank plecit yang tidak bertanggung jawab, yang dapat menjerumuskan keluarga ke dalam jurang utang dan kehancuran. Banyak orang yang terjebak dalam jeratan utang yang sulit dibayar, sehingga mereka terpaksa melakukan tindakan yang tidak diinginkan.RWK/A.Said






