oleh

Bupati Way kanan Buka Festival Rebana PCNU Way Kanan Sambut Tahun Baru Islam

-Umum-193 Dilihat

Umpu Semenguk, Radar Way Kanan.Com,- Semarak menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah begitu terasa di Kabupaten Way Kanan. Bertempat di halaman Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muhsin, Kampung Negeri Batin, Kecamatan Umpu Semenguk, Senin (14/07/2025).
Ratusan pegiat seni tradisi Islam dari seluruh penjuru kabupaten berkumpul dalam Festival Rebana yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Way Kanan.
Acara ini resmi dibuka oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah. Dalam sambutannya, Bupati Ayu mengapresiasi penuh kegiatan tersebut, seraya menegaskan pentingnya melestarikan rebana sebagai warisan budaya tak benda.
“Lomba rebana ini bukan semata soal kompetisi, melainkan bagian dari ikhtiar kita bersama menjaga budaya adiluhung peninggalan para ulama. Melalui alunan rebana dan shalawat, nilai-nilai keislaman dan ukhuwah Islamiyah semakin kita perkuat,” ujar Bupati Ayu.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang memperkuat syiar agama sekaligus merawat tradisi.
Festival yang diikuti 240 peserta dari seluruh kecamatan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan. Ketua PCNU Way Kanan, KH. Nurhuda, menyebut kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan media dakwah yang membumi.
“Alhamdulillah, antusiasme luar biasa dari masyarakat menunjukkan bahwa seni rebana masih berdenyut kencang di tengah kehidupan warga Way Kanan. Ini juga bagian dari upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Islam,” ungkap KH. Nurhuda.
Suasana di kompleks Pondok Pesantren Al-Muhsin tampak begitu semarak. Setiap grup tampil dengan kostum khas masing-masing, menambah kekayaan visual dan artistik acara. Para penonton, mulai dari santri, wali santri, hingga masyarakat sekitar, tampak khidmat menikmati setiap penampilan.
Festival Rebana ini menjadi cermin bahwa seni dan agama dapat berjalan beriringan, memperkuat identitas keislaman sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal di tengah arus modernisasi. RWK/ WEWEN