“Ini masih berjalan. Kita tetap melakukan pendalaman. Saksi-saksi dan berbagai pihak masih kami minta keterangan. Kami juga masih meminta keterangan kepada pihak sekolah juga, kami mohon waktu. Nanti ketika hasil pemeriksaan sudah selesai akan kita sampaikan lagi,” tandasnya.
Dari peristiwa tersebut, pihaknya memastikan akan intens melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Sosial, dan Perlindungan anak untuk menangani kekerasan anak di lingkungan sekolah. Polisi juga terus melakukan sosialisasi ke sekolah -sekolah.
“Kami pun berkomunikasi dengan Bapas yang ada di wilayah Metro terkait anak yang berhadapan dengan hukum, baik itu tersangka maupun yang menjadi korban. Tentu kita berharap, kedepannya, kita sama-sama menjaga, dan saling mengingatkan baik orang tua maupun pihak sekolah. Kita harus sama-sama melindungi anak, supaya tidak menjadi korban ataupun berhadapan dengan hukum,” terangnya.
Tersangka penganiayaan siswa, Anjar mengungkapkan, pemukulan yang dilakukannya karena dirinya merasa dibohongi. Sebab, saat menjemput anaknya ke rumah, izinnya akan bermain baseball.
“Tapi ternyata diajak tawuran pak. Karena izinnya itu tidak sesuai, jadi saya khilaf. Istri saya yang sednag kerja di liar negeri juga telpon saya. Jadi saya emosi, saya khilaf karena dibohongi juga,” katanya.
Anjar menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan terhadap teman anaknya tersebut. Ia berharap, ada perdamaian secara kekeluargaan. Agar permasalahan tersebut segera selesai.






