RadarWayKanan.Com
Pakuon Ratu, -Sebuah kisah inspiratif sekaligus membanggakan datang dari Kampung Gunung Cahya. Lima putra terbaik kampung ini berhasil menembus seleksi ketat dan resmi diterima menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Keberhasilan ini terasa lebih istimewa karena sebagian di antaranya pernah terlibat kenakalan remaja, namun mampu berubah dan membuktikan bahwa masa lalu bukanlah penentu masa depan.
Kelima pemuda yang mengharumkan nama kampung tersebut adalah:
1. Dofa bin Defi Irawan
2. Rofi bin Pathul
3. Yongki bin Hinguan
4. Galih bin Hifni
5. Riyan bin Abu Nawar
Di bawah kepemimpinan Kepala Kampung Roli Saputra, S.P, keberhasilan ini disambut rasa haru sekaligus bangga yang mendalam. Dalam pernyataannya, Roli menyampaikan cerita yang menyentuh hati, terutama bagi tiga di antara mereka Yongki, Galih, dan Dofa yang diketahui pernah terlibat kenakalan remaja berupa pencurian buah sawit di lingkungannya.
“Dulu, ketiga anak ini Yongki, Galih, dan Dofa pernah terlibat kenakalan remaja, termasuk perbuatan pencurian buah sawit. Namun hari ini, saya sungguh bangga karena mereka mampu bangkit, berubah, dan membuktikan bahwa mereka bisa meraih mimpi setinggi langit,” ujar Roli Saputra dengan nada penuh haru dan kebanggaan.
Kepala Kampung ini menegaskan, kisah ketiga pemuda tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesalahan di masa lalu tidak selamanya menentukan arah masa depan seseorang.
“Kenakalan bukanlah batasan yang menjadi penghalang untuk mewujudkan prestasi. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah, yang terpenting adalah keberanian untuk berubah, memperbaiki diri, dan berjuang demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Perjalanan kelima pemuda ini untuk lolos menjadi prajurit TNI-AD tentu tidak mudah. Mereka melewati serangkaian tahapan seleksi yang sangat ketat, mulai dari tes administrasi, kesehatan, fisik, hingga wawancara yang menguji kematangan mental dan karakter. Semangat pantang menyerah, kedisiplinan yang dibangun perlahan, serta dukungan doa dari keluarga dan warga menjadi kekuatan yang mengantarkan mereka menuju keberhasilan.
Keberhasilan kelima pemuda ini pun disambut sukacita besar oleh seluruh warga Kampung Gunung Cahya. Kisah mereka kini menjadi pelajaran berharga sekaligus teladan nyata bagi pemuda lain di desa tersebut bahwa kemauan untuk berubah dan kerja keras sungguh-sungguh dapat mengubah nasib.
Kini, Dofa, Rofi, Yongki, Galih, dan Riyan telah siap mengemban amanah mulia menjaga kedaulatan negara. Semoga mereka tetap menjadi pribadi yang rendah hati, menjaga nama baik keluarga, kampung, dan institusi, serta mengabdi dengan tulus bagi bangsa dan negara.
“Kami berdoa semoga kelima anak ini selalu dalam lindungan Tuhan, menjadi prajurit yang jujur, berani, dan bermanfaat bagi sesama. Teruslah berkarya dan menginspirasi!” tutup Roli. ( RWK/JONI)






