BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Kondisi bangunan SDN 1 Sangkaran Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, kian memprihatinkan. Kerusakan di sejumlah bagian gedung sekolah tak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (5/11/26), kerusakan terlihat di hampir seluruh bagian bangunan. Plafon perpustakaan jebol dan menggantung, dinding ruang kelas mengalami retakan memanjang, sementara bagian pondasi mulai mengelupas hingga memperlihatkan susunan batu bata.
Kondisi serupa terlihat pada plafon teras dan ruang kelas yang lapuk, sobek, bahkan sebagian telah runtuh. Cat dinding mengelupas, atap asbes tampak rapuh, serta sejumlah sudut bangunan mulai keropos.
Tak hanya ruang belajar, fasilitas mushola sekolah juga belum memadai. Hingga kini, bangunan tersebut belum dilengkapi plafon sehingga kurang nyaman digunakan untuk kegiatan ibadah.
Kepala SDN 1 Sangkaran Bhakti, Eko Budi Santoso, mengaku khawatir dengan kondisi bangunan yang semakin memburuk. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera memberikan perhatian dan melakukan penanganan.
” Kondisi sekolah kami sudah sangat memprihatinkan. Plafon perpustakaan sudah jebol, dinding retak, mushola belum ada plafon. Kami khawatir jika dibiarkan, kondisi ini bisa membahayakan anak-anak saat belajar,” ujarnya.
Persoalan sekolah tersebut tak berhenti pada kerusakan bangunan. SDN 1 Sangkaran Bhakti juga membutuhkan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) seiring meningkatnya jumlah peserta didik.
Menurut Eko, kapasitas ruang kelas yang tersedia saat ini tidak lagi sebanding dengan jumlah murid. Akibatnya, siswa harus mengikuti pembelajaran dalam kondisi ruang yang kurang memadai.
“Jumlah murid terus bertambah, tetapi ruang kelas tidak bertambah. Kami sangat berharap ada pembangunan ruang kelas baru agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap Pemkab Way Kanan, DPRD, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera turun langsung meninjau kondisi tersebut. Rehabilitasi bangunan dan pembangunan RKB dinilai mendesak untuk dimasukkan dalam prioritas anggaran tahun mendatang.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kelayakan sarana pendidikan tidak boleh luput dari perhatian pemerintah. Sebab, keselamatan dan kenyamanan siswa semestinya menjadi prioritas utama, bukan menunggu kerusakan semakin parah. (RWK)






