RADARWAYKANAN.COM .- Seringnya petugas Pemadam Kebakaran Way kanan terlambat datang ke Lokasi kebakaran menjadi salah satu keluhan dari masyarakat setempat, dan bahkan kemarin (24/7), masyarakat dusun Madiun, Kampung Setia Negara Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan menolak kedatangan Mobil Damkar membantu warga memadamkan api yang membakar rumah milik milik Sunardi (60) warga dusun Madiun, karena saat Mobil Pemadam kebakaran milik Pemkab Way kanan tersebut, tiba api sudah berhasil dipadamkan oleh warga,
“Mau ngapain lagi, api sudah berhasil dipadamkan warga baru mobil Damkar sampai, jadi mending kami suruh kembali dari pada nanti katanya sudah menghabiskan biaya sedmikian rupa, padahal apinya kami warga yang memadamkan secara bahu membahu dengan air diambil dari sumur maupun dari sumur bor yang dekat, dan mobil Damkar terlambat datang ini bukan hanya hari ini saja, akan tetapi sering terjadi pada peristiwa serupa ditempat lain,” ujar Rizaludin PN tokoh masyarakat Baradatu.
Jadi lanjut Rizaludin, sebenarnya warga bukan menolak kehadiran Damkar, akan tetapi karena memang saat mobil damkar sampai api sudah berhasil di padamkan oleh warga, dan warga langsung meminta Mobil damkar itu balik kanan ( Pulang red ), karena tidak ada lagi tugas mereka ditempat itu,
Diterangkan pada tanggal kemarin (24/7 red ), satu rumah milik warga di dusun Madiun, Kampung Setia Negara Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan terbakar akibat amukan si jago merah. ( rumah milik Sunardi red ), Musibah kebakaran ini, sangat disesalkan oleh warga karena pada saat kebakaran terjadi, 1 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Way kanan tidak kunjung tiba yang mengakibatkan lambatnya upaya untuk memadamkan api karena menggunakan alat seadanya.
Camat Baradatu Pawit Abimaba membenarkan kejadian tersebut, dimana menurutnya yang tetrbakar itu adalah satu unit toko besar di mana berisikan bahan yang mudah terbakar, walaupn tidak ada kprban jiwa akan tetapi kerugian di tabsir mencapai ratusan juta.
“Saya selaku camat dan Masyarakat khususnya Kecamatan Baradatu berharap kedepannya untuk unit pemadam kebakaran dapat di posisikan di tiap kecamatan atau ada unit-unit yang terdekat dengan kecamatan. Hal itu untuk memudahkan dan keefektifan petugas pemadam melaksanakan tugasnya, sepetti hal ini api padam Mobil dan petugas Damkar Baru sampai,” tegas Pawit.
Irwansyah SH, Kepala BPBD and Damkar Way Kanan, mengakui keterlambatan personilny sampai kelokasi akan tetapi hal itu bukan suatu kesengajaan melainkan karena memang jarak tempuh kelokasi kebakaran yang cukup jauh.
‘ Saat mendapatkan informasi akan adanya musibah tersebut ( Kebakaran red )saya langsung perintahkan untuk secepatnya menuju lokasi akan tetapi karena jaraknya memang jauh , ahirnya terlambat,” tegas Irwansyah.
Masih menurut mantan Camat Way tuba terserbut, bahwa pihaknya sedang mengkonsep Nota Dinas ke Bupati Way Kanan terkait saran dari masyarakat dan Ketua DPRD Way kanan yang meminta agar adanya penetapan anggota BPBD dan Damkar di Baradatu, karena masalahnya tidak sesimpel yang dipkiran warga melainkan berbagai aspek harus terpenuhi pula.
“ Selain kita harus siapkan Personil dan peralatan lainnya termasuk Mobil damkar, kita juga harus menyeiapkan lokasi dan tempat serta dimana tempat mengmabil air bila terjadi musibah kebakaran, dimana hal itu harus siap semua selain kesiapan personil, sementara BPBD Way kanan sekarang baru memiliki 2 Unit Mobil damkar,” ujar Irwansyah. SAH












