BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Pemerintah Kabupaten Way Kanan meluncurkan SI NANGKIS SIKOP, strategi penanggulangan kemiskinan berbasis kolaborasi lintas sektor dan integrasi pembangunan. Program ini diarahkan untuk menyelaraskan perencanaan, penganggaran, dan pelayanan dasar agar lebih tepat sasaran.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Ruang Buay Pemuka Pangeran Tuha (Ruang Rapat Utama), Selasa (27/10), dihadiri Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah bersama jajaran perangkat daerah.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Way Kanan, Septa Muktamar, menjelaskan SI NANGKIS SIKOP merupakan inovasi untuk mengintegrasikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
Sebelum diluncurkan, program tersebut melalui sejumlah tahapan, mulai dari koordinasi Tim Pembahas SPM dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), forum diskusi bersama pemangku kepentingan, pembekalan tim, hingga pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu urusan pelayanan dasar.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas data, ketepatan alokasi anggaran, serta penguatan koordinasi antar-OPD dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan, kemiskinan tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan layak, perlindungan sosial, perumahan, air bersih, dan sanitasi.
Karena itu, menurutnya, penanggulangan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan satu perangkat daerah.
“Keberhasilan SI NANGKIS SIKOP tidak ditentukan oleh nama program atau seremoni peluncurannya, melainkan oleh perubahan yang kita hadirkan di tengah masyarakat,” tegas Ayu.
Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi, berbagi data sesuai ketentuan, menyelaraskan program, serta menetapkan indikator keberhasilan yang dapat dipantau bersama.
Ayu juga menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk memastikan setiap program berjalan efektif. Jika ditemukan kendala, perangkat daerah diminta segera melakukan perbaikan agar intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, ia mengingatkan agar anggaran digunakan secara efisien dan tepat sasaran, dengan memprioritaskan kebutuhan dasar serta kelompok masyarakat rentan.
Pemkab Way Kanan berharap SI NANGKIS SIKOP tidak berhenti pada peluncuran, tetapi menjadi mekanisme kerja lintas sektor yang terukur dan berkelanjutan untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus menekan angka kemiskinan. (RWK/AT)






