[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Berita Suara”]
RADARWAYKANAN.COM, KASUI– Musim Hujan adalah iklim yang paling ditunggu dan dinantikan. Khususnya para petani yang mengandalkan curah hujan. Namun menjadi momok bagi masyarakat Kasui dan sekitarnya. Hal ini bukan tanpa sebab kalau bukan karena akses jalan yang semakin parah jika datangnya hari hujan. Bukan seperti kubangan kerbau lagi, Sebab qiasan itu seolah tak pantas lagi digunakan bagi Jalan Provinsi yang melintas di Kampung Jaya Tinggi Menuju Bukit Batu Kecamatan Kasui Tersebut.
“Yahh.. umpanya diisi bibit ikan lele saya yakin terbudidaya dengan baik bisa hidup. Sebab lumpurnya saja cocok untuk jenis ikan itu. Sudah jalannya bolong-bolong digenangi air terima beres nyungsep kalau tidak hati-hati, untung kami warga disini jadi sudah lihai kondisi jalan yang rusak, kalau tidak wassalam,”ungkap Erdi kepada Wartawan Radarwaykanan.
Yang lebih parahnya lagi. Tambah Erdi, Seolah jalan tersebut jadi ladang bagi politisi mengumbar janji-janji manis guna meraup suara saat pesta demokrasi.
“Kerap kali timbul dibenak kami, Kayak pertanyaan kritis begitulah kira-kira. Apakah jalan ini memang sengaja dibiarkan ya.. sebab warga disini penduduknya lumayan padat. Sekelas di waykanan , Kasui ini sudah maju cuma faktor jalan inilah yang buat runyam jadi ditebar janji masalah akan diperbaiki jalan saja kami sangat antusias akan mendukung politisi tersebut, setalah jadi bagai kacang lupa kulitnya. Kalau keong lupa cangkangnya bisa kemungkinan balik lagi, kalau ini tidak begitulah kira-kira,”celoteh Erdi dengan raut muka yang sedikit serius dan kesal karena jalan di wilayahnya tersebut luput dari perhatian pemerintah.RWK/OAF.






