oleh

Setetes Darah, Secercah Harapan untuk Kyera

-Umum-437 Dilihat

Way Kanan,RadarWayKanan.Com, – Di tengah padatnya tugas pemantauan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan.

Seorang anggota Markas PMI Way Kanan, Rahmat Shali Akbar, S.STP., M.Si., yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjabat sebagai Kepala Seksi di Kecamatan Umpu Semenguk, rela meninggalkan posko pemantauan lalu lintas di Simpang Empat Kampung Negeri Baru demi mendonorkan darahnya untuk seorang bocah perempuan yang tengah kritis dan membutuhkan transfusi segera.

Aksi tersebut bermula ketika orang tua pasien mengeluhkan sulitnya memperoleh stok darah di rumah sakit. Anak mereka, Kyera Almaqvira Nazieha (6 tahun 11 bulan), warga Kampung Lembasung, Kecamatan Blambangan Umpu, membutuhkan darah golongan A+, sementara persediaan darah di rumah sakit dalam kondisi kosong.

Tanpa menunda waktu, Rahmat yang akrab disapa Weldi segera menuju RS Zainal Fajar Alam (RS Zafa) Way Kanan untuk mendonorkan darahnya.

Diketahui, Kyera telah mengalami gangguan kesehatan sejak akhir tahun lalu. Awalnya, ia sering mengalami demam berkepanjangan yang disertai nyeri sendi serta pembengkakan kelenjar di bagian belakang leher dan bawah telinga.

Memasuki Februari 2026, kondisi kesehatannya semakin menurun. Kadar hemoglobin (Hb) kerap turun hingga angka 7 g/dL, sehingga ia harus menjalani transfusi darah berulang, dengan frekuensi sekitar dua minggu sekali. Hingga saat ini, tercatat hampir empat kali transfusi telah dijalani.

Sebelumnya, Kyera sempat menjalani perawatan di RS Abdul Moeloek, Bandar Lampung, sejak Januari hingga Maret 2026. Namun, hingga kini tim medis masih belum dapat memastikan diagnosis penyakit yang dideritanya.

Saat ini, Kyera menjalani perawatan lanjutan di RS Zafa Way Kanan dan masih memerlukan perhatian medis intensif.

Tindakan cepat yang diambil Rahmat Shali Akbar menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal waktu maupun situasi. Di saat banyak pihak fokus menjalankan tugas rutin pengamanan arus mudik, ia memilih untuk segera memberikan pertolongan demi menyelamatkan nyawa seorang anak.

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Kehadiran PMI dinilai bukan sekadar simbol organisasi kemanusiaan, melainkan benar-benar hadir memberikan solusi dalam situasi darurat.

Pihak keluarga berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk membantu proses pengobatan Kyera, termasuk dalam hal ketersediaan darah yang masih dibutuhkan secara berkala. Mereka juga berharap agar diagnosis medis dapat segera ditegakkan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal. (RWK)