Petani Sawah Negeri Besar Rindukan sumur Bor

Radar Way Kanan.Com.Negeri Besar, –Sebanyak 785 ha sawah tadah hujan diwilayah Kecamatan Negara Besar, terancam  gagal penen, akibat minumnya curah hujan memasuki bukan Juli 2024, ancaman kekeringan menghantui para petani khusunya petani sawah diwilayah kecamatan Negeri Besar, Negara Batin dan pakuon Ratu.

Potensi gagal panen lahan persawahan, dapat dilihat dari kering dan sudah merekahnya tanah di sawah petani yang diakibatkan oleh minimnya curah hujan, mirisnya lagi hampir tidak adanya sumber air yang masuk ke persawahan.Padahal hasil padi sangat dibutuhkan warga dalam memenuhi kebutuhan pangan khususnya kecamatan Negara besar, Negara Batin dan Pakuon Ratu.

“ Bukan hanya kering, akan tetapi kemarau juga  menciptakan retakan  pada tanah akibat tidak adanya air yang masuk, bahkan lumpur di lapisan bawah tanah ikut mengering. Retakan tersebut terjadi pada tanah akibat lumpur di bagian bawah sudah mengering, jadi tanah bagian atas menjadi pecah,” ujar ijon petani setempat.

Baca Juga  Inspektorat Kabupaten Way Kanan Akan Segera Periksa Kampung Dono Mulyo

“Kami butuh irigasi, untuk mengairi sawah sawah kami, sebab banyak diantara kami ini tidak memiliki kebun sawit dan atau karet, jadi kami hanya menggantungkan kehidupan kami dari sawah, sehingga saat sawah menjadi kering, kami juga dipastikan akan mengalami kekurangan, mana sebentar lagi anak anak kami mau masuk sekolah membutuhkan biaya macam macam, mulai dari daptar ulang, beli buku beli sepati dan masih banyak lagi yang harus kami keluarkan, “imbuh Ijon.

Baca Juga  Perpisahan Mahasiswa KKN Unila di Bengkulu Raman adakan Last Ceremony

Apa yang disampaikan oleh Ijon dibenarkan oleh Midin, diman menurut Midin, pada zaman ia sekolah dahulu tidak ada daptar ulang saat anak anak mau sekolah, ada SPP tapi tidak terlalu mahal, padahal sekolah hanya sedikit, yang dapat rangking masih mendapatkan beasiswa , akan tetapi  dizaman sekarang sekolah banyak tetapi pungutan juga banyak, mulai daptar ulang, beli seragam beli buku,dan macam macam

“Katanya Pemerintah telah menggelontorkan banyak uang untuk membiayai pendidikan, melalui Dana Bos dan banyak yang lain termasuk untuk anak kurang mampu, tetapi kok biaya tambah naik, mau masuk harus ada uang daptar ulang, harus beli buku ini dan itu, beli seragam dan macam macam, nah dengan terancamnya sawah kami gagal panen , mau kemana kami mencari biaya itu, mau makan saja susah karena pekerjaan juga susah,” ungkap Midin,

Baca Juga  Deklarasi Kakam, Adipati : Apa Selamanya Mau Jadi Camat

Terpisah  Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Negeri Besar, Adhi Pangeran Pangestu, juga membenarkan kalau 785 ha sawah diwilayah kerjanya tersebut merupakan sawah tadah hujan, dan hanya mengandalkan air yang bersumber dari rawa-rawa  terdekat, namun ketika mamasuki musim kemarau kebanyakan dari rawa juga mengalami kekeringan.

“ mau bagaimana lagi namanya kemarau jangankan rawa sumurpun banyak yang kering, sementara usulan kami meminta sumur bor ke Pemerintah belum direalisasikan, padahal pasokan pupuk cukup hingga saat ini,” terang Adhi Pangeran Pangestu. RWK I/ Joni.