RADARWAYKANAN.COM ,-Tim mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2024 telah sukses menjalankan program penyuluhan stunting dan aksi gizi pada tanggal 18 januari 2024 di Kampung Negeri Agung, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan. Keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan Penanggung Jawab Gizi dan Penangggung Jawab Posyandu dari UPT Puskesmas Negeri Agung dalam memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dan dampak stunting pada pertumbuhan anak telah menciptakan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Program penyuluhan stunting merupakan salah satu program pokok atau wajib dari Universitas Lampung yang di tekankan pada KKN Tahun 2024 ini. Mengingat generasi Z dan Alfa merupakan generasi penerus bangsa yang harus memiliki gizi yang seimbang sehingga menciptakan Agent of Change yang sehat dan cerdas.
Program dimulai dengan pengadaan posyandu rutin dan dilanjut pemaparan materi-materi mengenai stunting, terutama berkaitan dengan gizi dan stunting. Mahasiswa juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang kondisi kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa mengadakan kegiatan penyuluhan di Balai Kampung Negeri Agung. Pemaparan informasi tentang kebutuhan nutrisi anak-anak, pentingnya pola makan seimbang, dan cara mengatasi stunting diberikan oleh tenaga Ahli Gizi UPT Puskesmas Negeri Agung. Kreativitas dan kolaborasi mahasiswa dengan UPT Puskesmas Negeri Agung terlihat dalam penyampaian materi, menggunakan media visual dan permainan edukatif untuk membuat informasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain penyuluhan, tim KKN UNILA juga melalukan “Aksi Gizi” dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nasi cokot atau nasi kreasi yang berbentuk humburger. Nasi cokot dikreasikan sedemikian rupa sehingga membuat masyarakat dan anak-anak tertarik untuk menikmati kudapan tersebut, tentunya dengan gizi seimbang yang telah diperhitungkan oleh tim KKN UNILA Desa Negeri Agung.
Kerjasama antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat tidak hanya menciptakan perubahan dalam hal kesehatan fisik, tetapi juga membangun hubungan yang erat antara dua pihak. Masyarakat merasa dihargai dan didukung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Mahasiswa, di sisi lain, mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan pengetahuan akademis mereka secara nyata dan berkontribusi pada pembangunan sosial.
Sebagai hasil dari program KKN ini, desa tersebut menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam pemecahan masalah kesehatan masyarakat, khususnya terkait dengan gizi dan stunting.RWK/A.Said












