oleh

Maraknya Pencurian & Peredaran Narkoba di Negara Batin, Warga Desak Polsek Negara Batin Lebih Serius Bertindak

-Umum-102 Dilihat

Negara Batin, Radar Waykanan.Com.— Situasi keamanan di Kecamatan Negara Batin kian memburuk. Hanya dalam kurun waktu 48 jam terakhir, gelombang kejahatan melanda wilayah ini. Namun ini bukan masalah baru warga telah menanggung beban ketidakamanan ini selama tiga tahun berturut-turut. Warga pun akhirnya angkat suara, menuntut kinerja Polsek Negara Batin agar lebih maksimal dan nyata di lapangan.

Dalam waktu dua hari saja, laporan kehilangan terus masuk. Dua unit motor hilang dalam waktu singkat, pencurian terjadi di siang maupun malam hari di rumah warga, di dalam kamar, bahkan barang berharga di dalam tas pun tak luput.

Warga menyampaikan, laporan sudah dibuat ke kantor polisi. Namun persoalannya laporan diterima, tetapi di mana tindak lanjutnya? Warga bertanya dengan jujur.

“Apa yang sebenarnya sudah dilakukan? Kejahatan justru makin banyak, bukan berkurang. Apakah polisi mampu menanganinya? Atau ada hal yang menghambat kinerja mereka?”

Hasil kerja polisi dirasakan belum terasa. Warga melihat dua motor hilang, namun belum ada kejelasan. Kehadiran petugas di lapangan dinilai belum maksimal lebih banyak di kantor daripada berpatroli di zona rawan.

“Kami menghargai upaya yang ada, tapi hasilnya belum terasa di tengah masyarakat. Kami butuh keamanan yang nyata, bukan sekadar laporan yang tercatat rapi di buku.” ashari Maulana

Keresahan Masyarakat semakin meluas.Pertemuan ini pun memunculkan berbagai keresahan mendalam dari warga. Masyarakat menyampaikan bahwa belum ada penanganan yang tuntas atas laporan-laporan yang masuk. Warga menilai kehadiran kepolisian di tengah masyarakat belum terasa maksimal, dan masih banyak keluhan yang sekadar tercatat namun belum ditindaklanjuti. Koordinasi antar pihak pun dinilai belum berjalan optimal.

Warga mengaku curiga terhadap maraknya pencurian dan peredaran narkoba yang terjadi di tengah lingkungan mereka, bahkan menduga adanya perlindungan yang membuat kejahatan tersebut terus berulang.

“Sekitar 90 persen warga Negara Batin merasa tidak lagi merasa aman di tempat tinggalnya sendiri. Dugaan ini bukan tanpa alasan fakta di lapangan membuktikan keresahan warga bukan isapan jempol. Semakin hari, semakin banyak yang terlibat, dan zona nyaman yang seharusnya ada, kini perlahan lenyap.”

Warga juga menyoroti adanya beberapa nama yang diduga kuat terlibat maupun mengetahui namun diam saja, di antaranya DR dan IB yang disebut-sebut berada di balik beroperasinya jaringan tersebut di wilayah yang selama ini dianggap tenang itu.

Ditempat yang sama Kurnia, menegaskan, Negara Batin bukan lagi wilayah yang aman dari ancaman narkoba.

“Negara Batin bukan pulau terluar yang bebas dari narkoba. Di sinilah peredaran terjadi, dan ini bukan hal yang baru. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir saja, ada beberapa warga yang terjerat kasus narkoba.”

Beliau menambahkan, dugaan adanya kelompok yang beroperasi secara terorganisir semakin menguat, namun penindakan yang dilakukan belum terasa maksimal. Warga meminta agar keberanian dan ketegasan aparat ditingkatkan, termasuk membongkar jaringan yang selama ini diduga beroperasi di wilayah tersebut.

Zona Nyaman Harus Dihapus, Polisi Diminta Lebih Agresif

Poin yang paling ditekankan oleh warga adalah hilangnya rasa aman di zona yang selama ini dianggap aman. Warga menuntut kehadiran aparat yang lebih nyata di lapangan patroli yang konsisten, penindakan yang tegas, dan komunikasi yang terbuka.

“Kami tidak menuduh sembarangan, namun bukti-bukti yang ditemukan di lingkungan warga semakin memperkuat dugaan ini. Semakin hari semakin banyak yang terlibat, dan zona nyaman yang seharusnya ada, kini perlahan hilang. Kepercayaan masyarakat tidak boleh dikhianati oleh kebisuan aparat di tengah kejahatan yang makin merajalela.”jelas Burniat

Warga menuntut adanya penindakan yang tegas, transparan, dan terkoordinasi antar instansi. Mereka juga meminta agar keberadaan pihak yang diduga melindungi peredaran narkoba dan kejahatan di wilayah tersebut segera diselidiki dan ditindaklanjuti. Kehadiran media pun diharapkan dapat membantu mengawal setiap proses agar berjalan terbuka dan dapat dipertanggung jawabkan.

Menanggapi gelombang protes dan kekhawatiran warga, kapolsek Negara Batin Iptu Indra Kirana menyampaikan komitmennya

“Kami memahami kekhawatiran warga. Seluruh laporan akan kami pelajari dan tindak lanjuti sebaik mungkin. Akan ada evaluasi internal, dan laporan lengkap akan kami sampaikan kepada pimpinan atas untuk langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Polisi juga berjanji akan meningkatkan patroli, memperketat pengawasan, dan membuka ruang komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. Namun, janji ini tentu masih harus dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan.

Situasi di Negara Batin saat ini berada di titik krusial. Tiga tahun keluhan, 48 jam kejadian beruntun, dan kepercayaan warga yang menipis. Di satu sisi, warga mulai kehilangan kepercayaan terhadap keamanan lingkungannya. Di sisi lain, tantangan kejahatan dan narkoba membutuhkan sinergi yang jauh lebih kuat antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Apakah janji-janji yang disampaikan akan berubah menjadi tindakan nyata? Atau justru keresahan warga akan semakin dalam? Semua tergantung pada langkah konkret yang diambil mulai hari ini. Warga sudah menunggu terlalu lama.kini saatnya bukti, bukan alasan. ( RWK/JONI).