waktu itu saya sedang makan di dapur dan setelah saya kedepan stiker tersebut sudah tertempel di Kaca rumah saya, saya biarkan karena tidak mengganggu, anehnya hanya rumah saya dilingkungan tersebut yang ditempeli stiker sementara yang rumah warga yang lain tidak,” ujar Harsono.
Masih menurut Harsono tiba saatnya ia akan meminta tanda tangan Kepala Kampungnya untuk surat keterangan dari Kampung atas anak lelakinya yang akan menikah di Jakarta, dan mirisnya Kepala Kampungnya itu tidak mau menandatanganinya, dengan berbagai alasan.
“ 3 kali pak saya mendatangi rumah kepala Kampung, pertama yang keluar anak kecil yang menyatakan Pak kakam sedang pergi padahal kami dengar suaranya sedang menhgobrol dengan tamunya di ruang belakang, karena saya tunggu tidak keluar juga ahirnya saya pulanh, lalu kedua kalinya saya datang yang menemui istrinya dan menyatakan suaminya sudah tidur dan istrinya tidak berani untuk membangunkan dan yang ketiga kalinya saya datangi katanya Kepala Kampungkami itu juga sudah tidur adahal suaranya ada di dalam rumah.






