oleh

Kakanwil Ditjenpas Lampung Tinjau Lapas Way Kanan, dari Budidaya Ikan hingga Produksi Roti

-Umum-35 Dilihat

WAY KANAN (RWK) — Lapas bukan sekadar tempat menjalani masa pidana. Di dalamnya, ada proses panjang untuk membekali warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.

Pesan itu mengemuka saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Dr. M. Hilal, S.H., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Lapas Way Kanan, Sabtu (13/9).

Dalam kunjungan tersebut, Hilal tidak hanya melihat kondisi lapas dari balik meja. Ia turun langsung meninjau sejumlah program pembinaan yang dijalankan warga binaan, termasuk kegiatan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Salah satu yang menjadi perhatian adalah budidaya ikan air tawar. Di area tersebut, Hilal melihat perkembangan ikan nila, patin, lele, dan gurame yang sebelumnya telah ditebar.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan kemandirian yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang bisa menjadi bekal warga binaan setelah bebas.

Dari kolam ikan, kunjungan berlanjut ke sejumlah kegiatan kerja, termasuk tempat produksi roti yang dikelola dan dibuat langsung oleh warga binaan.

Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana program pembinaan di dalam lapas diarahkan agar warga binaan memiliki pengalaman kerja dan keterampilan praktis.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan salat zuhur berjamaah. Setelah itu, Hilal memberikan arahan kepada warga binaan maupun jajaran petugas Lapas Way Kanan.

Kepada warga binaan, ia mengingatkan pentingnya mengikuti seluruh proses pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian.

Tujuannya sederhana: ketika masa pidana berakhir, mereka tidak hanya kembali ke masyarakat dengan status sebagai mantan warga binaan, tetapi juga membawa keterampilan dan kesiapan untuk menjalani kehidupan secara lebih baik.

“Pembinaan harus menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dan memberikan kontribusi positif,” menjadi garis besar pesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Sementara kepada petugas, Hilal menekankan empat hal yang tak kalah penting: integritas, kedisiplinan, profesionalisme, dan komitmen pelayanan.

Sebab, pembinaan yang baik tidak hanya bergantung pada program. Di balik setiap kegiatan warga binaan, terdapat petugas yang memastikan proses tersebut berjalan sesuai aturan dan tujuan pemasyarakatan.

Kunjungan kerja itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas jajaran Lapas Way Kanan dalam menjalankan tugas.

Harapannya, program pembinaan terus berkembang dan tidak sekadar menjadi aktivitas rutin, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi warga binaan.

Dari kolam ikan hingga dapur produksi roti, Lapas Way Kanan mencoba menunjukkan bahwa masa pembinaan juga bisa menjadi ruang untuk belajar, bekerja, dan menyiapkan masa depan. (RWK)