U dalam TUNA adalah uncertain atau tidak pasti. Sehingga belum dapat dipastikan apakah pasar meminta produk ekspor Lampung atau tidak.
N dalam TUNA adalah Novel atau terjadi kejutan-kejutan yang tiba-tiba terjadi. Begitu juga A dalam TUNA adalah ambiguous atau masih ambigu.
“Artinya kondisi yang dihadapi, dunia, Indonesia dan Lampung itu masih tidak pasti. Maka kita cuma berani ambil Alpha nya dalam penetapan UMP Lampung tahun 2024 sebesar 0,2,” ungkapnya.
Lanjut Prof Marselina, hasil rapat dewan pengupahan terkait UMP Lampung tahun 2024 telah dibuat berita acara, dan tinggal menunggu penetapan dari Gubernur Lampung.
“Kami kemarin sudah rapat bersama dan buat berita acara semua pihak. Tahun ini APINDO dan SPSI mau bersepakat juga tanda tangan. InsyAllah nanti ditetapkan pak gubernur,” tuturnya.
Lebih lanjut Prof Marselina mengungkapkan bahwa UMP ini diperuntukkan untuk pekerja yang bekerja dibawah satu tahun.
“Memang upah ini untuk mereka yang bekerja satu tahun kurang, makanya kita tidak meributkan banget. Karena, tingkat upah yang kita tentukan untuk mereka yang bekerja kurang dari satu tahun,” ucapnya.
Seharusnya, menurut Prof Marselina yang harus menjadi fokus saat ini adalah pengupahan bagi pekerja yang telah bekerja diatas satu tahun.
Di mana, pekerja diatas satu tahun pengupahan nya tidak dengan UMP, tetap dengan struktur skala upah.






