BLAMBANGAN UMPU (RWK) — M. Galang Putra Rahman belum genap 28 tahun ketika panggung politik membawanya ke posisi baru: Wakil Bupati Way Kanan.
Pada Kamis, 17 September 2026, DPRD Way Kanan memilih Galang untuk mengisi kursi wakil bupati yang kosong hingga akhir masa jabatan 2025–2030. Seluruh 40 anggota DPRD yang hadir memberikan suara kepadanya. Tidak satu pun suara diberikan kepada calon lainnya, Sony Setiawan.
Angka 40-0 itu menutup satu babak sekaligus membuka babak lain dalam perjalanan politik Galang.
Lahir di Kotabumi, 18 November 1998, Galang tumbuh di tengah lingkungan politik Way Kanan. Ia merupakan putra almarhum Ali Rahman, mantan Bupati Way Kanan.
Namun, nama keluarga bukan satu-satunya pintu yang mengantarnya ke politik.
Galang memilih membangun pijakan melalui pendidikan, organisasi, dan parlemen. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Lampung pada 2023, setelah sebelumnya bersekolah di SMA YP Unila.
Pengalaman organisasinya juga dimulai ketika usianya masih muda. Galang pernah memimpin Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Cabang Bandar Lampung pada 2018–2020. Ia kemudian menjadi Wakil Ketua DPD KNPI Lampung periode 2022–2025 dan Wakil Bendahara Umum Ikatan Motor Indonesia Lampung periode 2022–2026.
Jalur politik elektoralnya mulai terbuka pada Pemilu 2024.
Dengan Partai Gerindra, Galang maju dari Daerah Pemilihan V Lampung yang meliputi Way Kanan dan Lampung Utara. KPU menetapkannya sebagai salah satu anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024–2029. Ia memperoleh 41.075 suara di dapil tersebut.
Kursi DPRD Provinsi Lampung menjadi pengalaman pertamanya sebagai legislator. Di sana, Galang ditempatkan di Komisi III.
Belum lama menikmati periode pertamanya sebagai anggota parlemen, Galang kemudian berhadapan dengan arena politik yang berbeda.
Kali ini bukan lagi memperjuangkan aspirasi dari gedung legislatif provinsi, melainkan masuk langsung ke pemerintahan Kabupaten Way Kanan.
Pemilihan wakil bupati tersebut berlangsung setelah posisi itu kosong. Dalam prosesnya, DPRD Way Kanan membuka penjaringan dan menghadirkan dua nama sebagai calon. Galang akhirnya memperoleh mandat penuh dari anggota DPRD yang hadir.
“Walau sudah terpilih, bukan berarti selesai di sini. Perjalanan kita masih panjang,” kata Galang setelah pemilihan. Ia menyebut harapannya ke depan adalah Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.
Kini, Galang tidak lagi hanya berbicara dari bangku legislatif.
Ia akan berada di sisi Bupati Ayu Asalasiyah, di tengah birokrasi daerah yang membutuhkan koordinasi, konsolidasi, dan keputusan-keputusan pemerintahan.
Usianya muda. Pengalaman eksekutifnya belum panjang. Tetapi justru di situlah fase baru karier politik Galang dimulai.
Warisan nama besar keluarga mungkin menjadi bagian dari latar belakangnya. Pengalaman organisasi dan parlemen menjadi modal politiknya. Namun setelah dilantik nanti, ukuran yang akan dihadapkan kepadanya jauh lebih sederhana, seberapa jauh ia mampu mengubah mandat politik menjadi kerja pemerintahan.
Dari kursi DPRD Lampung ke kursi Wakil Bupati Way Kanan, Galang Putra Rahman kini memasuki panggung yang berbeda.
Dan untuk pertama kalinya, ia tidak hanya dituntut berbicara tentang kebijakan.
Ia akan dituntut ikut menjalankannya. (RWK/AT)






