Radar Waykanan.Com
Pakuan Ratu, -Kabar duka kembali mengguncang masyarakat Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan. Pada Minggu, 24 Maret 2026, sekira pukul 16.45 WIB, ditemukan seorang laki-laki bernama Anger Tambunan (37 tahun) meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kebun tebu milik warga di Kampung Way Tawar. Peristiwa ini sontak menjadi pembicaraan hangat, apalagi sebelumnya korban diketahui sempat mengirimkan pesan perpisahan yang menyisakan banyak tanya kepada kerabatnya.
Berdasarkan data identitas yang dihimpun, Anger Tambunan lahir di Way Kanan, 2 Februari 1989, beragama Islam, berprofesi sebagai wiraswasta, dan beralamat di Kampung Pakuan Baru, Kecamatan Pakuan Ratu.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat seorang warga bernama Budi (40 tahun) sedang melintas di jalan poros Kampung Way Tawar. Di pinggir jalan, ia melihat dua orang perempuan muda, Tiyur dan Ana (keduanya berusia 20 tahun), sedang menangis histeris dan berteriak minta tolong.
Saat didekati dan ditanya apa yang terjadi, kedua perempuan itu yang kemudian diketahui sebagai anak kandung korban mengaku bahwa ayahnya baru saja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di salah satu pohon jati yang berada di tengah kebun tebu tersebut.
Mendengar keterangan itu, Budi langsung bertindak cepat dengan menghubungi Kepala kampung setempat dan melaporkan kejadian ini ke polsek Pakuan Ratu.
Dari hasil pengecekan dan olah TKP yang dilakukan tim penyidik, ditemukan fakta bahwa korban melakukan tindakan itu menggunakan tali tambang berwarna kuning. Salah satu ujung tali diikatkan ke dahan pohon jati yang cukup tinggi, sedangkan ujung lainnya dililitkan mengelilingi leher korban.
Berdasarkan perkiraan tim medis, Anger diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga jam sebelum jasadnya ditemukan warga. “Saat diperiksa, terlihat cairan bening keluar dari alat kelamin korban, namun secara fisik tidak ditemukan adanya bekas luka, memar, maupun tanda-tanda kekerasan lain di seluruh tubuh jenazah,” ungkap kapolsek Pakuan Ratu melaui Kanitreskrim Ipda Rizal
Berdasarkan temuan sementara bahwa korban Anger murni akibat tindakan mengakhiri hidup sendiri. Dugaan ini semakin diperkuat dengan pesan terakhir yang dikirimkan korban melalui grup WhatsApp sesaat sebelum kejadian. Dalam pesan yang menyebar itu, Anger menuliskan kalimat menyentuh: “Saya mengundurkan diri dari STM Parsahutaon tapi uang kas saya mohon dipulangkan dengan segala kerendahan hati karena saya mau pulang untuk selamanya.”
Hingga saat ini, pihak keluarga besar korban menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah besar yang menimpa mereka. Namun, keluarga memutuskan untuk tidak bersedia jenazah korban dilakukan visum atau otopsi lebih lanjut. Jenazah Anger Tambunan akhirnya telah dimakamkan secara layak di Pemakaman Umum Kampung Pakuan Baru.
Lebih lanjut pihak kepolisian polsek Pakuan Ratu menyatakan masih akan mendalami kasus ini. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah memeriksa lebih lanjut para saksi mata, termasuk anak-anak korban dan kerabat terdekat, untuk mengungkap motif pasti apa yang melatarbelakangi warga Pakuan Baru tersebut mengambil jalan akhir yang memilukan ini. (RWK/JONI)












