“ sebenarnya Kami melakukan penanganan ini sudah sejak bulan Januari lalu, saat mulai masukanya laporan warga yang Suspek DBD, akan tetapi seiring dnegan perkembangan waktu dan cuaca sekarang DBD ini sudah mulai berjangkit di beberapa Kecamatan yang memang merupakan Endemis DBD, antara lain Baradatu, Umpu Semenguk dan Bumi Agung, karena memang 3 Kecamatan ini langsung bersinggungan dengan luar way kanan karena Kecamatannya dibelah Jalan Lintas Sumatera yang setiap waktu bisa saja membawa nyamuk DBD melalui puluhan , Ratusan bahkan mungkin ribuan kendaraan yang melewatinya, setiap hari,” ujar Hj.Srikandi, S,Km MM Kepala Dinas Kesehatan Way Kanan.
Keterangan Hj Srikandi itu dibenarkan oleh Didy Arwadi, dimana menurut Didy, selain Kecamatan Umpu Semenguk Dinas Kesehatan Way Kanan juga sudah melakukan Fogging di Kecamatan Way tuba,
“ Jadi Untuk foging itu bisa saja kami lakukan namun harus melalui mekanisme terlebih dahuu, antara lain, bila terdapat yang suspek maka Puskesmas di wajibkan untuk melakukan PE, dimana kalau hasil PE iu nanti memang layak dilakukan Fogging langsung akan dilakukan Fogging, selain itu kami juga secara masif melakukan penyuluhan dan pembagian larva Sida dilingkungan yang telah dinyatakan terdapat warganya yang terjangkit DBD,”Papar Didy seraya menambahkan hingga saat ini mulai dari bulan Januari hingga tanggal 27 Maret di Way Kanan sudah ada 84 kasus antara lain di Puskesmas baradatu 41 kasus,di Puskesmas Negeri Raru Kecamatan Umpu Semenguk 8 kasus, Puskesmas Waytuba 24 kasus, Puskesmas Gunung Labuhan 1 kasus, Puskesmas Pisang Baru Kecamatan Bumi Agung 4 kasus, Puskesmas Kasui Kecamatan Kasui 1 kasus, Puskesmas Sukabumi Kecamatan Bumi Agung 1 kasus, Puskesmas Gisting jaya Kecamatan Negara Batin, 1 kasus, Puskesmas Bumi Agung Runyai 1 kasus, dan Puskesmas Negeri Agung 1 kasus.






