Bukti Jelas saksi ada siapa yang mau tindak lanjuti secara hukumnya ?

Blambangan Umpu.-   Begitu Kran dibuka air langsung mengalir hingga jauh, begitu pula informasi terkait adanya dugaan setoran ( Fee ) proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Way Kanan,  dimana dari narasumber terpercaya Media ini, ternyata bukan hanya di Dinas Pekerjaan umum Way Kanan saja yang ada Setoran melainkan disemua Instansi yang memiliki proyek pengadaan barang dan Jasa.

“ Yang saya tahu dugaan model setoran itu bukan hanya di Dinas PU saja, akan tetapi disemua Unit Kerja yang memiliki Paket, termasuk di sekretariat Dewan dan ataupun sekretariat Sekdakab Way kanan, mirisnya para pemainnya bukan hanya Rekanan  dan atau orang biasa yang memiliki link, tetapi juga ada yang ASN dan Anggota Dewan juga ikut bermain, baik sebagai pemain langsung atau hanya sebagai makcomblang, dan saya siap bersaksi karena kami juga akan melaporkan ini ke Polda Lampung, karena saya juga sakit sekali uang yang saya setor itu ada uang anak an, ( uang dari rentenir red),” ujar Narasumber yang dapat dipercaya tersebut.

Baca Juga  Pura Pura Tanya Harga, Pria Ini malah Curi Ponsel

Menurut Sumber tadi, apabila Aparat penegak Hukum mau menindak lanjuti, saat ini bukan hanya rekanan, wartawan pun punya daptar nama nama orang yang sudah menyetor ke Dinas PU baik langsung ke RF maupun  melalui Angg, karena kertas daptar tersebtu sudah tersebar kemana mana,

“ saya juga heran kenapa kawan kawan mengajak saya ke DPRD Way Kanan, sebab di daptar itu jelas ada nama nama yang mirif dengan nama mereka, bagaimana mereka mau menolong, saya duga uang mereka saja nyangkut, oleh karena itu saya akan ajak kawan kawan langsung melapor ke Polda Lampung, takutnya kalau melapor ke Polres atau ke Kejari Way kanan kasusnya akan hilang, sebab banyak kasus seperti itu yang lenyap begitu saja, pafdahal telak sekali, potonya juga jelas, namun dikatakan APH sedang menunggu hitungan kerugian negara dari BPKP,” imbuhnya.

Baca Juga  Diduga Curi Uang Tetangga, Coba Lari di Door Polisi

Terpisah, Elyas Yusman SE, gelarRaja Pagar Alam, yang ikut serta mendatangi Kantor DPRD Way kanan 2 hari lalu masih berharap agar DPRD Way Kanan dapat mempasilitasi mereka untuk bertemu dengan Bupati Way Kanan.

“ Saya masih percaya Dewan, tetapi kalau memang Bapak bapak itu tidak bisa sampaikan pada kami, biar kami sampaikan pengaduan ini langsung ke Polda Lampung, mumpung Pak Kapoldanya baru sehingga masih bersemangat, buktinya mengenai Tambang liar langsung di tindak lanjuti, apalagi  masalah Pungli begini pasti beliau akan jabani ,”ujar Mantan Anggota DPRD Way Kanan tersebut.

“jadi kalau ini nanti terungkap, wajar saja proyek proyek pada kurang beres, karena memang dari awal uang untuk pengerjaan proyek tersebut sudah dipotong duluan oleh pihak pihak tertentu untuk dibagikan pada pihak pihak tertentu juga  atau dengan kata lain jadi bancakan, atas hal itu patut kita duga para rekanan juga mengerjakan proyek asal asalan karena tidak mungkin mendapatkan black list dari Instansi terkait, karena sudah lebih dahulu mendapatkan uang,

Baca Juga  Pimpinan PT GMI diduga berbohong katakan Dishub telah test muatan angkutannya

Selain itu kita juga mau ngadu kemana, banyak pengaduan hilang di jalan, Mulai dari dugaan kogkalokong pengadaan AC di Rumah Sakit, hingga proyek Pekerjaan Umum lainnya tidak ada yang berjalan, apa iya boleh mengerjakan proyek yang sudah lewat masa kerjanya, tetapi itu juga berlaku di Way Kanan,’ ujar Sumber terpercaya tersebut,

Sayangnya hingga berita ini ditulis tidak ada pejabat Dinas Pekerjaan umum Way kanan yang dapat dikonfirmasi, sementara Kadisnya juga sudah ditemui dan jarang masuk kantor dalam sebulan terahir. RWK I