BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Pemerintah Kabupaten Way Kanan mendorong penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSP) yang dipimpin Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah di Ruang Rapat Utama Pemkab Way Kanan, Rabu (28/10).
Kepala Bapperida Way Kanan, Hendri Syahri, memaparkan pentingnya Forum TJSP sebagai wadah koordinasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi program CSR agar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan daerah.
Pemkab Way Kanan menetapkan empat klaster prioritas CSR, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan penanganan stunting, penguatan agribisnis dan UMKM, penyediaan sanitasi, air bersih, dan rumah layak huni, serta pelestarian lingkungan dan pengembangan desa mandiri.
Fokus tersebut diselaraskan dengan arah pembangunan Way Kanan pada 2027 dalam RPJMD 2025–2029, terutama percepatan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal.
Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan, CSR tidak sekadar menjadi bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga instrumen investasi sosial yang dapat memperkuat pembangunan daerah melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penyaluran CSR berbasis data by name by address melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Terkait persoalan infrastruktur jalan, Ayu menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kewajiban mutlak untuk memperbaikinya. Namun, kontribusi CSR dapat diarahkan pada sektor prioritas sesuai ketentuan perundang-undangan.
Melalui koordinasi ini, Pemkab Way Kanan berharap program CSR perusahaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah dan memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat. (RWK/AT)












