Blambangan Umpu, Radarwaykanan – Walaupun dalam dua hari terahir curah hujan di Way kanan khususnya di Blambangan Umpu sudah agak mereda, akan tetapi bahaya banjir masih terus menghantui masyarakat Way Kanan., harii ini ( 13/3) air setinggi kurang lebih satu meter merendam kampung Srimenanti Kecamatan Negara Batin kabupaten Waykanan, dan bahkan kalau hari ini bagian hulu sungai Way kanan hujan, diperkirakan air sungai akan mencapai latani rumah penduduk.
“Banjir ini sebenarnya sudah kami rasakan sejak jumat lalu, dan sudah kami rasakan benar mulai hari sabtu, dan ternyata sudah sampai hari senini ini belum juga surut, dan mendengar inpo dibagian hulu mulai hujan kembali sehingga dipastikan musibah yang kami alami ini belum akan berakhir, mirisnya sampai sekarag belum ada bantuan atau apapaun itu dari pemkkab Way kanan yang kami terima,” ujar Fendi dan Andre warga setempat.
Pernyataan Fendi dan Andre dibenarkan oleh Joni Warga Negeri Besar yang menjadi terhambat perjalanannya akibat banjir yang melanda Kampung Sri menanti tersebut.
“ Sabtu lalu saya akan menemui keluarga saya di Kampung Sri Menanti, untukmeminta petuah tentang pencalonan saya sebagai sebagai Kepala kampung di Kampung Sri Basuki Negeri Besar, akan tetapi karena saat itu masih banjir saya batalkan tetapi ternyata hingga hari (Senin 13/3) air belum juga surut dan bahkan semakin tinggi, “ ujar Joni Saputra,
Dengan Kondisi ini lanjut Joni yang aia hawatirkan adalah susahnya warga mencari air bersih untuk makan dan minum,
“ Taroklah kalau untuk mandi warga bisa saja langsung mencebur ke air sungai, tetapi untuk makan dan minum sangat riskan menggunakan air sungai karewna kondisinya sangat tidak tidak sehat, belum lagi luapan air sungai itu juga bersala dari bagian hulu sungai Way Kanan ( Sungai umpred ) yang informasinya diduga sudah tercemar merkuri dan berbagai bahan kimia lain, tapi itu masuk akal pula karena air luapan ini menjadi gatal kalau dipakai mandi, apakah karenqa dugaan pencemaran itu atau,“ imbuh Joni.
Terpisah Camat Negara Batin A Rozi membenarkan kalau Kampung Sri Menanti sekarang sudah dikepung air, akan tetapi menurutnya hal itu sudah menjadi lamgaaganan tahunan bagi mereka.
“Kampung Sri Menanti memang semua jalan dan lokasi Kampung sudah tergenang air, akan tetapi siang ini debit air mulai melambat, selain itu saya rasa datangnya iar itu tidak perlu ditakuti, karena sejak tahun 2022 yang lalu Kampung Stri Menanti memang sudah ditetapkan sebagai Kampung Wisata Banjir di Way Kanan, “ tegas A Rozi. Camat Negara Batin. RWK












