Way Kanan – Suasana Gedung DPRD Way Kanan, Lampung, sedikit mencekam sesaat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa pada senin (1/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB yang hanya berjumlah lebih kurang 20 massa aksi, Mereka menyuarakan berbagai persoalan bangsa hingga kondisi daerah yang dianggap terbengkalai.
Aksi massa ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Way Kanan Rial Kalbadi, Bambang Irawan bersama sejumlah anggota dewan, di antaranya Adinata, Romli, Billy, dan Pansebon.
Dalam orasinya, massa menyampaikan tujuh poin tuntutan kepada pemerintah pusat, yang mereka sebut sebagai isu mendesak Mendesak pengesahan UU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi, Pemotongan gaji dan tunjangan DPR yang dinilai terlalu besar, Peningkatan kesejahteraan dosen dan guru, Mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot menteri bermasalah, Penertiban rangkap jabatan ketua parpol di eksekutif maupun legislatif Pergantian Kapolri. Reformasi total Polri dan pengadilan bagi pelaku pembunuhan driver ojol Affan Kurniawan.
Tuntutan ini dinilai tajam karena langsung menyinggung persoalan serius di tingkat nasional, mulai dari dugaan lemahnya integritas pejabat hingga sorotan tajam terhadap kepolisian.
Tak hanya bicara nasional, para pendemo juga menyoroti kondisi Way Kanan yang dianggap “jalan di tempat”. Mereka menuntut Segera ada pengangkatan Wakil Bupati Way Kanan yang hingga kini kosong, Perbaikan jalan dan infrastruktur yang rusak parah, Penyelesaian pembangunan Islamic Center yang mangkrak.
“Kami datang bukan sekadar bicara nasional, tapi juga menuntut solusi nyata untuk Way Kanan yang kini carut-marut pembangunan,” teriak salah satu orator.
Ketua DPRD Way Kanan, Rial Kalbadi, menanggapi dengan kalimat diplomatis. Menurutnya, DPRD hanya bisa menyampaikan tuntutan ke pusat, sementara persoalan lokal akan dibahas kembali bersama pemerintah daerah.(WN)






