Negeri Agung,RadarWayKanan.Com.- Belum.juga tersentuh pembangunan dari Pemerintah ahirnya
Puluhan warga Kampung Kota Baru Kecamatan Negeri Agung, yangbfipkmpin Wrlangsung oleh Kepala Kampungnya Kamrussaman melaksanakan gotong royong memperbaiki jalan poros ( Jalan Provinsi red ), yang rusak parah , secara swadaya di rw 03 rt 07 kampung setempat.
Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan mereka atas lambannya respons pemerintah terhadap perbaikan jalan.
Menurut Kepala Kampung Kota Baru Kamrusaman bahwa ruas jalan milik Pemprov Lampung yang membelah kampung mereka itu memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas harian warga, termasuk akses ke fasilitas pendidikan dan ekonomi, namun sudah bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan, sehingga kerap menyulitkan warga yang melintas, terutama saat musim hujan, dan bahkan banyak yang mengalami kecelakaan karena terperosok kelubang yang dalam.
” Tentunya yang kami lakukan ini jauh dari sempurna, namanya gotong royong dengan ilmu seadanya dan juga bahan alakadarnya dengan harapan upaya perbaikan jalan ini, dapat membantu warga agar lebih mudah memasarkan hasil bumi dan memperlancar anak sekolah pun tidak kesulitan untuk melalui sembari menanti sampainya giliran perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah provinsi ataupun kabupaten,” tegas Kamrussaman.
Terpisah, tokoh pemuda setempat berharap agar kalaupun nanti pemerintah mengarahkan pembangunan ke kampung mereka khususnya pembangunan Jalan poros yang membelah Kampung mereka itu agar dikerjakan oleh rekanan pemerintah dari luar daerah sehingga masyarakat dapat melakukan pengawasan secara ketat,
” Kami bukan tidak percaya dengan pemborong lokal, akan tetapi kalau yang mengerjakan pemborong lokal kami tidak bisa melakukan protes apabila melihat pekerjaan yang kami juga tidak sesuai, sebaliknya kalau dilakukan oleh rekanan pemerintah dari luar daerah kami dapat melakukan protes dengan baik karena selama ini selain ke kanan yang diduga kerap melakukan pekerjaan dengan tidak sesuai RAB juga konsultan proyek disebut kami duga suka memejamkan mata, hasilnya banyak pekerjaan perbaikan atau pembangunan jalan yang belum juga selesai sudah rusak kembali, anehnya uang retensi tetap bisa dicairkan seperti tidak ada kendala.”ujar Tokoh pemuda minta namanya dirahasiakan tersebut. RWK/ SAID






