Blambangan Umpu.- Kalaupun jeritan masyarakat Way kanan tentang Maraknya tambang illegal Emas di Way Kanan tidak terdengar oleh Forkopimda setempat, akan tetapi ternya Putra Putra terbaik Way Kanan yang saat ini dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Lampung ( Hi. Yozi Rizal SH, Sahdana S,Pdi red ) yang duduk di Komisi I ternyata terus memantau apapaun keluhan yang disampaikan oleh konstituennya, dan tadi siang (9/8), mengadakan pertemuan dengan Kapolda lampung dan membahas masalah pertambangan liar di Way kanan tersebut.
“ Hari ini kami ( Komisi I ) DPRD Provinsi Lampung mengadakan pertemuan dengan Kapolda Lampung , dan disaat itu kami selaku wakil masyarakat Way Kanan sampaikan permintan kepada Kapolda agar segera melakukan tindakan hukum pada para penambang emas ilegal di Way Kanan dan bahkan penambangan yang letaknya tidak terlalu jauh dari Polsek Blambangan Umpu itu informasinya sudah hampir memutus jalan lintas Sumatera, anehnya tidak ada satu aktiitas penambang itu yang diketahui aparat Polsek dan atau Polres Way Kanan maupun dari pemkab Way Kanan,” ujar Sahdana S.Pdi, Anggota komisi I DPRD Lampung, pada Radar sore ini melalui sambungan telepon.
Pada saat itu lanjut Sahdana ia juga mempertanyakan progres perampokan yang menimpa Pegawai Way kanan saat baru pulang dari Bank , serta kasus pembegalan yang menewaskan guru ngaji di Pisang baru Bumi Agung Way Kanan yang hingga kini belum terungkap.
Pernyataan Sahdana S,Pdi itu dibenarkan oleh Hi. Yozirizal SH, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, dimana menurut Putra Way Kanan dari Partai Demokrat tersebut bahwa kehadiran mereka di Polda lampung atas undangan Kapolda dalam rangka Ketua DPRD dan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung diundang untuk diskusi dalam rangka optimalisasi mengayomi, melindungi dan melayani masyrakat Way Kanan.

“ Sebagai Putra Asli Way Kanan kami miris dengan berbagai kejadian yang saat ini terjadi di Way kanan dan seakan diterbiarkan oleh para pihak yang berkompenten, mulai dari kasus pembegalan guru ngaji dan curas uang sebesta Rp 700 juta lebih di Baradatu, hingga maraknya judi sabung ayam, dan itu artinya way kanan belum kondusif “ tegas Gusti Yos, biasa Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung tersebut dipanggil.
Sebenarnya penambangan emas di Way kanan sudah sejak lama terjadi, bukan hanya 10 tetapi sejak 20 tahun yang lalu, akan tetapi penambang benar benar penduduk lokal dan menggunakan peralatan tradisioanal, sehingga tidak merusak lingkungan dan pencemaran yang terjadi juga masih dalam toleransi dan wargapun masih dapat menggunakan air sungai di Way kanan khususnuya sungai umpu untuk makan, minum mandi dan mencuci, namun sekarang para pemodal telah melakukan penambanan dengan menggunakan alat berat sehingga benar benar tidak dapat lgi di tolerir, air sungai kerus dan tidak bisa lagi digunakan untuk makan minum dan mandi dan mencuci karena telah tercemar merkuri,
Dalam pada itu, Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna yang dikonfrmasi terkait adanya panggilan dari Kapolda Lampung tersebut secara tersirat membenarkan
“ Besok saya akan menghadap beliu untuk melaporkan kondisi Kamtibmas di Way Kanan, “pendek jawaban Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna. RWK I






