Blambangan Umpu.Radar Way Kanan.Com.- Memasuki musim. Penghujan di mana kemungkinan banjir akan melanda beberapa Kecamatan yang ada di Way Kanan, BPBD setempat telah menyiapkan beberapa strategi guna menghadapi berbagai kemungkinan yang ada termasuk persiapan guna melakukan evakuasi dan pemberian bantuan pada korban bencana alam atau banjir yang memang selalu melanda 8 kecamatan di Way Kanan setiap masih penghujan.
” Untuk persiapan kita dalam menghadapi kemungkinan terburuk akibat bencana alam, setiap hari kita terus menginformasikan atau meng update terkait perkembangan cuaca harian yang ada di kabupaten Way Kanan, sehingga kita bisa mengetahui dan dapat mengantisipasi secara dini apabila kita mendapatkan informasi cuaca ekstrim/ kemungkinan bencana, dan masyarakat bisa bersiapsiaga, begitu juga pemerintah Kampung Kecamatan,” ujar Kalakhar BPBD Way Kanan Supriyanto, S.AN.
” Dan khususnya BPBD, Kami tetap selalu siap siaga untuk mempersiapkan personil dan peralatan apabila terjadi keadaan darurat, demikian halnya dengan sarana dan prasarana, kami sudah persiapkan perahu karet untuk evakuasi warga, dan kami juga telah menyiapkan sarana lainnya kalau terjadi bencana tanah longsor dan atau pohon tumbang, kami juga berharap kalau terjadi suasana situasi daurat, masyarakat bisa menginformasikan secepatnya kepada kami ( BPBD Way Kanan red ). Secara langsung ataupun melalui perangkat Kampung dan Kecamatan, sehingga kami dapat segera memberikan bantuan,” “imbuh Supriyanto.
Diterangkan bahwa dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten Way Kanan terdapat 8 hingga 9 Kecamatan yang sangat rawan akan bencana alam bila di musim penghujan antara lain Kecamatan Blambangan Umpu Kecamatan Negeri Agung, Kecamatan Bahuga , Kecamatan Buay Bahuga , Kecamatan Bumi Agung Kecamatan Pakuan Ratu, Kecamatan Negara Batin dan Kecamatan Negeri Besar, yang sangat rawan akan bencana banjir sementara Kecamatan Kasui, Kecamatan Rebang Tangkas , Kecamatan banjit, dan Kecamatan Way Tuba dan Kecamatan Gunung Labuhan sangat rawan akan bencana tanah longsor dan angin puting beliung. Dan bahkan tahun lalu bencana tanah longsor di banjir sampai menelan korban jiwa. RWKI












