Negeri Agung Radar Way Kanan.Com, -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius memasuki musim kemarau 2026. Tidak ingin kecolongan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI turun langsung ke kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kesiap siagaan di tingkat kewilayahan.Rabu(02/09/2026)
Kegiatan penyuluhan digelar di GSG Kampung Kali Papan, Kecamatan Negeri Agung, Tim Mabes TNI dipimpin Kolonel Pas Mugiarso bersama sejumlah anggota dan melibatkan unsur terkait di wilayah Kodim 0427/Way Kanan.
Kehadiran tim penyuluh ini menjadi sinyal bahwa persoalan karhutla tidak boleh dianggap sepele. Terlebih, pada musim kemarau, kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan dengan cepat meluas apa bila tidak segera ditangani.
Kolonel Pas Mugiarso mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk membangun pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan tindakan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas dengan memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan dan membangun kesadaran masyarakat.
“Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul. Kesiap siagaan dan koordinasi seluruh unsur menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat segera diantisipasi,” ujarnya.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan sejak dini, termasuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di tengah musim kemarau.
Camat Negeri Agung Hepi Haryanto, SE.,menegaskan dengan tegas bahwa pertemuan ini memiliki nilai yang sangat strategis. “Kita berkumpul di sini untuk menyamakan langkah, menyatukan pandangan, dan menyusun rencana aksi yang terpadu, cepat, dan tepat, guna mengantisipasi potensi bencana yang muncul akibat perubahan cuaca yang semakin tidak menentu belakangan ini,” ucapnya
Lebih lanjut, rapat ini difokuskan untuk menyusun langkah-langkah pencegahan yang terukur, pemetaan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan kebakaran maupun rawan kekeringan, serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan terukur kepada setiap pihak. Sinergi yang kokoh antarinstansi, lembaga, pelaku usaha, dan masyarakat luas diharapkan dapat memperkuat tingkat kewaspadaan sejak dini. Dengan demikian, segala dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan maupun musim kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin, bahkan sedini mungkin dicegah.
Upaya ini dijalankan dengan satu tujuan utama: menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat luas, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup yang menjadi sumber penghidupan bersama di wilayah Kecamatan Negeri Agung pada khususnya, dan seluruh Kabupaten Way Kanan pada umumnya. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang tampak dalam rapat ini menjadi modal berharga, bahwa dengan bergandengan tangan, tantangan apa pun yang datang dapat kita hadapi dengan kekuatan dan kesiapan yang matang.(RWK/A.Said)












