Radar Waykanan.ComNegara Batin,-HARGA beras di seputaran Negara Batin,Negeri Besar dan Pakuan Ratu terpantau mengalami kenaikan pada Minggu 6/11, sebagai dampak dari kenaikan harga Pupuk dan Obat -Obatan Pertanian
Diantara harga beras yang terpantau mengalami kenaikan adalah Kembang Kol, semula seharga Rp125.000 /karung Isi 10 Kg menjadi Rp 140.000 ribu/liter, Sementara Beras pabrikan yang semula Rp. 8500 /Kg sekarang sudah Rp 10500 dipabrik,kita ngecer Rp. 12000 sampai Rp. 13000 /Kg. “Beras pada naik harganya, gara-gara Pupuk naik jadi beras ikut naik, mas.
Itu yang habis aja cuma yang paling murah,” ujar salah satu penjual beras, Sumi . “Kita juga nggak bisa mastiin tetap stabil mas, dari belanja kitanya juga naik soalnya,” imbuh Mbah Sumi.
Kenaikan harga juga dirasakan oleh penjual beras lain , Sukir (37). Ia mengaku terpaksa menaikkan harga beras.“Kita mau nggak mau naikin harga beras, mas. Memang nggak naik semua tapi hampir semua beras naik gara-gara mungkin imbas harga pupuk dan BBM,” ungkapnya
“Pelanggan juga mau nggak mau harus beli beras kan. Jadi kalau dibilang mereka marah atau enggak sama harga beras sekarang, ya tetap beli kan buat makan,” tuturnya
Merespon atas kanaikan harga beras tersebut Yuliyus Arifien Jaya S.E., M.M. menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kenaikan harga beras diawal musim tanam merupakan siklus yang biasa terjadi karena pada umumnya persedian beras digudang dan sentra beras mulai berkurang sehingga pasokan ikut menyusut.
Kenaikan harga beras dalam jangka waktu lama pasti semakin menambah beban masyarakat ditengah naiknya inflasi imbas kenaikan BBM beberapa waktu lalu.
Sepatutnya pemerintah dapat segera menurunkan harga beras dengan menggunakan beragam instrumen yang dimilik misalnya dengan operasi pasar oleh Bulog atau percepatan pencairan beragam bantuan sosial semisal BLT, PKH, BPNT dan lainnya sehingga sedikit atau banyak dapat membantu meringankan masyarakat membeli beras.”Tuturnya. RWK/JONI












