Way Tuba, Radar Way Kanan.Com. — Dalam sunyi yang merunduk di pagi Idul Adha, langkah seorang pemimpin menembus kabut harapan. Jumat (6/6/2025), Pelaksana Tugas Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked, bukan sekadar hadir—ia menyatu—bersama denyut nadi rakyatnya di Masjid Hidayatul Iman, Kampung Karya Jaya, Kecamatan Way Tuba.
Di tengah gema takbir yang menggetarkan langit kampung, Ayu Asalasiyah berdiri di antara warga. Tanpa sekat. Tanpa jarak kekuasaan. Di momen yang sarat makna pengorbanan ini, kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan simbol ketulusan seorang pemimpin yang memilih turun ke akar, ke titik paling hakiki dari makna Idul Adha: berbagi dan merasakan.
Sholat Idul Adha berlangsung khusyuk. Deretan saf dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada kepala keluarga, para tokoh masyarakat, para pemangku agama, hingga anak-anak kecil yang baru belajar tentang makna kurban. Dan di antara mereka, sang Plt. Bupati hadir sebagai bagian dari mereka, bukan di atas mereka.
Dalam pidato singkatnya seusai salat, Ayu mengucapkan apresiasi mendalam atas semangat persaudaraan yang hidup di Kampung Karya Jaya. Ia menyebut kampung ini sebagai “cermin dari Way Kanan yang rukun dan tangguh”—di mana nilai-nilai keagamaan dan sosial berjalan beriringan, bahkan di tengah tantangan zaman.
“Saya bersaksi, kekompakan dan kebersamaan yang saya lihat hari ini adalah kekuatan sejati Way Kanan,” ucapnya, dengan suara yang mengandung getar emosi.
Di pagi Idul Adha ini, bukan hanya hewan kurban yang mengajarkan makna ikhlas. Seorang pemimpin pun menunjukkan bahwa kedekatan dengan rakyat bukan slogan—ia adalah laku hidup.RWK/WEWEN
Plt Bupati Way Kanan Sholat Iedul Adha di Karya Jaya Way Tuba






