oleh

Petani Sawit keluhkan harga yang terus merosot

-Umum-38 Dilihat

Radar Waykanan.Com
Negeri Besar, -Para petani kelapa sawit di wilayah Kecamatan Negeri Besar dan Negara Batin, menyuarakan kekecewaan dan keluhan mendalam terkait kondisi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang terus merosot tajam. Ironisnya, penurunan harga jual hasil panen ini terjadi di saat harga Minyak Kelapa Sawit (CPO) di pasar justru terus mengalami kenaikan.

Salah satu petani setempat mengungkapkan bahwa penurunan harga ini berlangsung sangat cepat dan membebani para pelaku usaha tani. “Kemarin harga masih sempat di angka Rp3.250 per kilogram, tapi sekarang sudah jatuh di bawah Rp3.000. Padahal sebelumnya harganya sudah turun terus dari posisi Rp3.400. Kemarin sempat naik sedikit Rp30, kami kira akan membaik, tapi hari ini malah ada lapak yang tutup, dan kami dapat kabar harga bakal turun lagi Rp300,” ujarnya.

Para petani menduga, penurunan harga drastis ini berkaitan erat dengan pidato Presiden yang mewajibkan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam, dimulai dari minyak kelapa sawit (CPO), di mana ekspor diwajibkan untuk dikontrol dan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan ini dinilai langsung berdampak pada perputaran harga di tingkat petani, meskipun harga produk olahannya justru terus naik.

Ketimpangan harga ini membuat para petani merasa dirugikan besar. Biaya pemeliharaan dan pemupukan yang tinggi tidak sebanding dengan pendapatan yang mereka terima saat ini. Para petani berharap adanya kebijakan atau campur tangan pihak terkait agar harga TBS bisa kembali wajar dan sejalan dengan harga jual produk turunannya, sehingga mata pencaharian ribuan keluarga petani di wilayah ini tetap terjamin. (RWK/JONI)