Pembangunan Drainase sepanjang 95 Meter di dusun 2 Kampung Gunung Baru Diduga Fiktif.

Gunung Labuhan RWK – Berdasarkan Investigasi Radarwaykanan.com, pembangunan Drainase yang memakan anggaran Rp. 22. 462.000 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024, di Kampung Gunung Baru Kecamatan Gunung Labuhan patut dipertanyakan, sebab dalam papan informasi yang tertera pekerjaan tersebut merupakan pembangunan baru akan tetapi oleh pemerintah kampung pekerjaan tersebut diduga hanya memperbaiki pembangunan yang telah dibangun tahun sebelumnya.

Dikatakan warga setempat yang minta namanya dirahasiakan, yang tak jauh dari pembangunan Drainase itu membenarkan bahwa pembangunan Drainase yang ada didepan Rumah nya tersebut memang sudah dibangun tahun sebelumnya.

“Udah lama kalau Siring nya. Sebelum rabat beton dibangun emang udah dibuat duluan”terang narasumber terpercaya tadi. Minggu (7/7/2024).

Baca Juga  Pemkam Negeri Kasih : Selamat dan Sukses Hari Ulang Tahun Radar Way Kanan Ke 3

Dikonfirmasi terpisah Kepala Kampung Gunung Baru Muhammad Amin mengklaim bahwa pembangunan Drainase tersebut dibangun pada tahap 1 tahun 2024.

“Iya mengenai pembangunan itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa siring itu dibangun pada tahun ini”katanya di Kantor Kampung Gunung Baru.

Bukan hanya itu, pada tahap I Anggaran Dana Desa Tahun 2024 Kampung Gunung Baru merealisasikan pembangunan Rabat beton Sepanjang 107 Meter dengan Anggaran Rp.62.178.000 diduga kuat tidak sesuai Spesifikasi sebab pembangunan yang baru saja di serahterimakan dengan pihak kecamatan Gunung Labuhan akan tetapi Rabat beton telah retak di sisi jalan dan retak di Bagian pertengahan jalan.

Baca Juga  Cabuli Anak di Bawah Umur, Polres Way Kanan Ringkus Pelaku di Kampung Suka Agung

Hal itu memicu protes dan pertanyaan dari warga sebab, anggaran yang begitu besar untuk pembangunan jalan kampung namun dikerjakan asal jadi oleh pemerintah Kampung Gunung Baru.

“Kami berharap pembangunan ini dikerjakan sebaik mungkin agar kwalitas terjamin dan dapat dipergunakan dalam waktu panjang, tapi belum genap dua bulan betonnya sudah retak dimana-mana, Anggaran memang besar tapi kalau dikerjakan asal jadi sudah pasti dijadikan ajang untuk memperkaya diri sendiri oleh pihak yang mengerjakan. Tapi harapan kami ini tidak sesuai, istilah sekarang tidak sesuai Ekspektasi”keluhnya narasumber terpercaya tadi.

Baca Juga  Kejari Way Kanan Melaksanakan Kegiatan Penilaian Barang Rampasan Dengan KPKNL Metro

Kepala Kampung Gunung Baru Muhammad Amin mengatakan hal itu lumrah jika pekerjaan rusak sebab jalan yang dibangunnya sudah terpakai.

“Ya kalau retak atau pecah itu biasa mungkin karna mobil atau karna ulah warga kita tidak tau”sanggahnya.

Warga setempat berharap Instansi Terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap realisasi anggaran dana desa Kampung Gunung Baru agar dana yang dikucurkan dapat dipergunakan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat hal ini tentu Pihak Inspektorat Kabupaten Way Kanan dan Tipikor Polres Way Kanan maupun Kejaksaan Negeri Kabupaten Way Kanan. RWK I