Robot EOD segera mengamankan benda yang diduga rangkaian bom. Hal ini dilakukan untuk mencerai-beraikan atau membongkar isi tas dengan aman seperti dilansir Radarlampung
Tim Inafis Polresta Bandarlampung juga turun melakukan olah TKP guna mengumpulkan barang bukti yang sekiranya ditinggalkan pelaku peledakan guna penyelidikan lebih lanjut.
Ya, itu hanya rangkaian simulasi yang dilaksanakan Satbrimob Polda Lampung untuk melatih peningkatan kemampuan personel Satbrimob Polda Lampung.
”Latihan penanganan bom yang dilaksanakan di kantor Dinas PU Bandarlampung untuk meningkatkan kemampuan personel dan antisipasi teror. Sekaligus menerapkan SOP yang harus dilakukan ketika aparat ataupun masyarakat menemukan benda atau barang yang diduga bom,” kata Dansatbrimob Polda Lampung Kombespol Pol Wahyu Widiarso Suprapto.
Dalam simulasi ini juga dihadiri Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, kepala Dinas PU Bandarlampung, Kapolsek Sukarame, dan Danramil Panjang. (*)












