Radar Waykanan.Com,-
Negara Batin, Ruas jalan Tajab -Serupa Indah Tidak lagi sebagai jalur penghubung yang memudahkan mobilitas, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Negara Batin dengan Kampung Serupa Indah, Kecamatan Pakuan Ratu, kini berubah wajah menjadi “lubang lumpur raksasa”. Sebagian jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer berada dalam kondisi rusak parah, permukaan berlubang lebar yang terisi lumpur hingga kedalaman puluhan sentimeter, ditambah bidang jalan yang miring tidak rata, menjadikannya momok yang selalu mengancam setiap pengguna jalan, terutama kendaraan muatan besar yang sering tersangkut dan memicu kemacetan berkepanjangan.
Pantauan langsung tim Radar Waykanan di lokasi menunjukkan betapa parahnya kondisi jalan ini. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir saja, tidak kurang dari 10 kendaraan truk yang mengangkut komoditas lokal seperti singkong, kelapa sawit, dan getah karet mengalami masalah serius akibat jalan yang buruk. Bahkan dalam satu malam kemarin, 3 truk sekaligus terjepit di titik yang sama,masing-masing membawa hasil panen singkong dari wilayah kecamatan Negara Batin, getah karet dan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Perkebunan Masyarakat.
“Kami sering terjebak mulai jam 17.00-an Malam itu, ketiga truk kita coba keluar dari lubang, tapi malah makin terjepit. Akhirnya macet total sampai jam 22.00 malam –banyak kenderaan Roda Dua yang berbelok melintasi kebun tebu turun karena tidak tahan menunggu,” cerita Husni (40), sopir truk yang sudah tahunan melintas jalur ini.
Kondisi yang sama juga dialami oleh Suparman (38), sopir truk angkutan singkong yang terkadang harus minap dipabrik karena saat tiba larut malam pabrik sudah tutup
Selain kemacetan yang menghabiskan waktu, kondisi jalan yang terabaikan juga menjadi sumber bahaya tersendiri. Permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat hujan ketika lumpur membuat jalan lebih licin. Risiko kecelakaan semakin besar pada malam hari karena penerangan jalan sangat minim.
Bagi masyarakat ini bukan sekadar jalur lalu lintas melainkan tulang punggung aktivitas ekonomi lokal. Keluhan tentang kondisi jalan sudah lama disampaikan, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang, membuat banyak orang merasa terabaikan.
Banyak pedagang kecil merugi karena barang dagangannya terlambat sampai atau rusak akibat guncangan jalan yang bergelombang. Sementara petani harus menghadapi kenaikan biaya transportasi yang cukup signifikan – mulai dari konsumsi bensin yang lebih banyak karena harus melaju pelan-pelan, hingga biaya perbaikan kendaraan yang sering rusak akibat jalan yang buruk.
Hingga berita ini diterbitkan, tim wartawan belum berhasil mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Lampung terkait jadwal perbaikan serta alokasi anggaran untuk ruas jalan yang satu ini.
Masyarakat mengaku sudah tidak sabar menunggu dan berharap pemerintah provinsi dapat segera mengambil tindakan konkrit. Mereka berharap ada kejelasan jadwal perbaikan dan alokasi anggaran yang jelas, sehingga ruas jalan Negara Batin-Serupa Indah dapat kembali berfungsi dengan baik dan menjadi motor penggerak perkembangan ekonomi daerah, bukan penghambatnya RWK/JONI






