oleh

Ketua Umum BRN Tegaskan Pernyataan soal Budi Ari Bukan Sikap Organisasi

-Umum-33 Dilihat

JAKARTA (RWK) — Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Regen, menegaskan bahwa pernyataan yang beredar melalui video dan dikaitkan dengan organisasi terkait sosok Budi Ari bukan merupakan sikap resmi BRN.

Penegasan itu disampaikan Regen dalam pernyataan pers kepada awak media, Selasa (25/8). Ia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui maupun memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk menyampaikan pernyataan tersebut atas nama organisasi.

“Kami tidak mengetahui sama sekali cerita maupun isi pernyataan yang tersebar lewat video tersebut. Saya tegaskan secara tegas, hal-hal yang dibicarakan tidak ada hubungannya dengan organisasi kami dan tidak mewakili pandangan maupun sikap resmi BRN di mana pun,” kata Regen.

Menurut dia, apabila terdapat pihak yang menyampaikan pernyataan serupa dengan mengatasnamakan BRN, maka pihak tersebut tidak memiliki mandat untuk berbicara atas nama organisasi.

“Kalaupun ada pihak yang menyampaikan hal serupa, ia tidak diberi mandat dan tidak berwenang mewakili kami. Saat isu itu muncul, saya sendiri baru saja selesai bertugas dan pulang mendahului rombongan dari kegiatan lapangan,” ujarnya.

Di tengah munculnya isu tersebut, Regen sekaligus kembali menegaskan arah perjuangan BRN. Ia menyebut organisasi tetap berkomitmen mendukung dan mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan pada 2029.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah menjadi sikap organisasi.

“Tugas pokok, janji serta tekad kita sudah jelas dan tak tergoyahkan: membantu, mendukung sepenuhnya, serta mengawal jalannya pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sampai selesai masa bakti tahun 2029,” tegasnya.

Regen bahkan menyatakan BRN siap terus mendorong keberlanjutan kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk periode berikutnya.

“Bahkan lebih jauh lagi, kami bersatu dan siap terus berjuang, mendorong serta memastikan keberhasilan agar Prabowo-Gibran dapat melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode demi kemajuan, kestabilan, serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Regen menegaskan, ketimbang terseret dalam polemik yang dinilai tidak berkaitan dengan agenda organisasi, BRN saat ini memilih berkonsentrasi pada kerja-kerja nyata di tengah masyarakat, terutama kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana.

Ia mengatakan, dirinya baru saja kembali dari Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores, untuk terlibat dalam kegiatan membantu masyarakat terdampak gempa bumi.

“Lihatlah apa yang benar-benar kami kerjakan. Belum lama ini saya baru saja kembali dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya Pulau Flores. Di sana kami turun langsung membawa uluran tangan bagi saudara-saudara kita yang rumahnya rusak, hartanya hilang, hidupnya terguncang akibat gempa bumi dahsyat,” ujarnya.

Menurut Regen, masyarakat terdampak bencana membutuhkan bantuan konkret, mulai dari makanan dan pakaian hingga tempat berlindung serta dukungan moril untuk kembali bangkit.

Selain wilayah terdampak gempa, BRN juga menaruh perhatian terhadap sejumlah daerah yang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan maupun Sumatera.

“Di situlah letak perhatian, tenaga, serta pikiran BRN: membantu meringankan beban masyarakat, bekerja bahu-membahu bersama pemerintah pusat maupun daerah, gotong royong menolong sesama tanpa memandang suku, ras maupun agama,” katanya.

Regen menegaskan BRN tidak ingin terpecah oleh isu yang tidak berkaitan dengan mandat organisasi. Fokus utama, kata dia, tetap pada masyarakat dan dukungan terhadap pemerintahan.

“Kami tidak akan teralihkan, tidak akan terpecah belah, serta tidak meluangkan waktu menanggapi hal-hal yang tidak berkaitan dengan amanah rakyat. Fokus kami tetap satu: hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan bangsa, serta menjadi mitra yang setia dan andal bagi pemerintahan demi Indonesia yang semakin maju, adil dan makmur,” tandas Regen. (RWK)