Blambangan Umpu RWK– Saptari, dari LSm EMMPATI RI mempertanyakan tindak lanjut temuannya akan dugaan penimbunan pupul susbdidi yang saat ini sudah diamankan oleh Satresktim Polres Way Kanan, bukti ada, nama pemilik diketahui , poemasaok yang diduga sudha diketahui , tetapi tetap jalan ditempat.
“ Saya bukan APH, akan tetapi setahu saya kalau sudah ada 2 alat bukti maka tidak ada halangan bagi pengeak hukum melakukan penangkapan, inikan bukti pupuk sudah ada, bukti pengakuan sudah ada, polisi sudah lakukan oleh TKP tetapi kok belum ada penangkapan., apa perlu saya sampaikan kepada publik kalau para pelaku ini sudah melakukan aktipitasnya sejak lama, “ujar Saptari.
Masih menurut Saptari ada seoarang oknum yang menelponnya dan berusaha dan menyampaikan permintaan agar kasus pupuk itu tidak di publikasi, dan seoalh olah oknum tersebut bisa mengatur Media, danmemngatur lembaga tempatnya bernaung tentu saya tolak
“jadi kemarin itu ada seseoarng yang menelepon saya, dan menyakan kalau orang yang didudug sebagai penimbun pupuk itu adalah kerluarganya., saya katakan keluarganya itu ada kesalahan dan bahkan bukan hanya karena menimbun pupuk saja akan tetapi juga karena pupuk subsidi yang mereka timbun itu diduga berasal d dari luar Kabupaten, yang mirisnya yang menjadi pamasoknya juga Oknum, seoalh olah orang yang menelpoin saya itu atasan saya, tentu saya tolak”ujar Saptari.
Lebih jauh Saptari menyatakan Polisi juga sudah memeriksa saksi pemilik gudang kosong dan mendapatkan keterangan dari warga yang mengetahui kepemilkan pupuk tersebut, sehingga sebenarnya polisi tinggal menangkap pemilik dan mencari keterangan akan siapa oknum oknum yang terlibat dan siapa saja yang membeli pupuk susbdii yang seharusnya mliki rakyat miskin itu.
“ Pupuk Subsidi itu adalah hak rakyat miskin yang untuk mendapatkannya saja sangat sulit karena harus tergabung dalam kelompok tani.,tetapi orang yang membeli puouk ini didiga adalah kaum Borjuis yang dnegan tega menggunakan pupuk subsidi untuk memupuk kebun mereka yang puluhan bahkan ratusan hektar,” ujar Saptari
Terpisah Kasatreskrim Polres Way kanan AKP Andre Try Putra menrangjan kasus pupuk tersebut telah berada di treknya, dan pihaknya sekarang sedang memanggil Saptady yang diduga sebagai pemilik pupuk tersebut.
“ kami sedang berupaya menghadirikan Saptady yang dikatakan sebagai pemilik pupuk, sabar ya” ujar > AKP Andre Try Putra.
Diterangkan sebelumnya, disaat para petani ribut kehilangan pupuk di pasaran, masyarakat Kampung Kartajaya dikejutkan dengan keberadaan pupuk subsidi jenis Ponska di Eks bangunan asrama putra pondok pesantren Makkah Kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, mirisnya , Ustadz Harisun pengasuh pondok tersebut menyatakan sama sekali tidak tahu menahu tentang keberadaan pupuk tersebut.
“ Saya sama sekali tidak tahu dan baru tahu setelah ada rekan anda yang datang dan menanyakan hal itu, kemudian kami bersama sama menuuju eks asrama putra yang kosong yang diperkirakan sebagai temapt penyimpanagan puouk tersebut,” ujar Ustd Harisun
Masih menurut Harisun, karena ternyata memang didalam bangunan kosong miliknya itu terdapat pupuk susbdiki merek Ponska yang diperkirakan puluhan ton , ahirnya ia mencari tahu tentang siapa pemilik pupuk tersebut.
“ ternyata pupuk itu milik Sarpady warga Kampung Sri Menanti yang tadinya memang orang Kartajaya, tapi dari mana pupuk itu berasal saya tidak tahu, hanya saja dari inpo yang saya dapat pupuk itu milik petani dan karena lahannya belum siap dan kondsi jalan menuju lahan belum bisa dilalui, maka akhirnya di simpan di eks bangunan asrama putra tersebut, sayangnya mereka sama sekali tidak memberi tahu saya selaku pengasuh pondok,” tegas Ustad Harisun.
Sayangnya , hingga berita ini ditulis Sarpady yang diduga sebagai pemilik pupuk tidak dapat dikonfirmasi ,No. hpnya 0812 9840 55,, tidak dapat di telepon.
Dalam pada itu, dari narasumber terpercaya Radar bahwa pupuk subsidi tersebut, bukan berasal dari lampung melainkan dari Kabupaten tetangga, yang selama ini memang kerap digunakan oleh petani tebu berdasi di Wilayah Negara Batin dan sekitarnya.
“ Pupuk Lampung kan langka, jadi itu ada yang bawa dari Provinsi tetangga, daimana hampir semua petani petani tebu menggunakan jasa “Oknum “karena oknum tersebut juga ikut bertani tebu, minimal mereka mengopolos pupuk subsidi dengan pupuk non subsidi,” ujar Sumber yang minta namanya dirahasiakan tersebut.
“ Pupuk Lampung kan langka, jadi itu ada yang bawa dari Provinsi tetangga, daimana hampir semua petani petani tebu menggunakan jasa “Oknum “karena oknum tersebut juga ikut bertani tebu, minimal mereka mengopolos pupuk subsidi dengan pupuk non subsidi,” ujar Sumber yang minta namanya dirahasiakan tersebut. RWK I






