oleh

Harga singkong turun BBM naik..Petani semakin susah

-Umum-128 Dilihat

Radar Way Kanan.Com – Harga Singkong sempat melambung tinggi hingga Rp1350 per kilogram di Way kanan, kini mulai merosot tajam hingga menjadi Rp. 875 per kilogram, hal itu menyebabkan kekecewaan besar di benak petani, karena saat ini justru harga kebutuhan pokok malah beranjak naik.

 “Harga Singkong saat ini sudah jauh turun dari sebelumnya, akan tetapi kami hanya bisa pasrah dan mengharapkan pemerintah bisa memperjuangkan kenaikan harga Singkong agar bisa lebih mahal dan stabil minimal, jangan hanya harga BBM yang naik agar hidup kami tidak bertambah susah, Ujar Ahmad,  salah satu petani Singkong Bandar Dalam Kecamatan Negeri Agung Way Kanan,

Hal senadapun, disampaikan oleh  Andre petani singkung Kampung Pulau Batu Negeri Agung, bHkn menurut Andre saat ini bukan hanya petani singkong yang mulai resah melainkan petani karetpun ikut resah karena harga karet sudah sejak minggu lalu terus tiurun hingga mencapaiharga Rp. 4000 / kg ditangan pengumpul,

“ Dulu seiingat saya dibuatnya pabrik karet Mardek Siger Way kanan itu dengan tujuan untuk menesejahterakan petani karet dengan membeli harga  yang baik, akan tetapi nyatanya  harga karet terus turun dan bahkan pabrik tersebut sama sekali tidak bisa berbuat apa apa, sementara harga harga kebutuhan pokok terus merangkak naik dan bahkan harga sembako juga ikut naik, seiring dengan kenaikan harga BBM,” tegas Andre.

Terpisah Antoni, salah satu pengumpul Karet dari Bumi Baru menyatakan mereka sebagai pengusaha pendongkrak ekonomi petani karet dan sSingkong tidak dapat menentukan harga singkong, tetapi hanya bisa menyesuaikan dengan harga jual di pabriknya. Jika harga di pabrik turun, maka mau tidak mau kami juga harus menurunkannya, Siapa berani mengambil harga lebih mahal sementara kami jual murah dan belum menanggung kerugian,”ujar Anton,

Keluhan petani dan pengumpul Karet dan singkong tersebut memang sudah lama menjadi obrolan dipinggir jalan di Way kanan, baik antar petani, pengumpul karet dan ataupun singkong, dimana baik petani atauupun pengumpul sama sama mengeluh karena sama sama merugi, sedangkan pemgeluaran semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya harga kebutuhan pokok terutama BBM.

Sayangnya, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Way Kanan Kiki Kristianto  hingga berita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi, menurut Pegawainya sedang Dinas Luar ke Provinsi.

“ maaf pak kadis lagi dinas luar, kami tidak siap dikonfirmasi ujar salah satu ASN di Dinas Industri dan Perdagangan Way kanan, saat dikonfirmasi Radar. / SAid