oleh

Ditengah Keterbatasan Fiskal Musrenbang RKPD 2027 WayKanan tetap di Gelar dan di Buka oleh Wagub Lampung

-Umum-207 Dilihat

BLAMBANGAN UMPU (RWK) – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Gedung Pusiban (GSG) Kabupaten Way Kanan, Selasa (10/3/2026). Forum perencanaan pembangunan tahunan ini menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., perwakilan DPRD Provinsi Lampung, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., Ketua DPRD Way Kanan Rial Kalbadi, S.H., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.IP., para kepala perangkat daerah, camat, kepala kampung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa tema RKPD Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 adalah Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Produktivitas Sektor Unggulan Daerah. Tema tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memaksimalkan potensi sektor unggulan, sekaligus menyelaraskan program perangkat daerah dengan usulan pembangunan dari tingkat kampung dan kecamatan.

Sekdakab Way Kanan Velli, sebagai perwakilan tim penyusun RKPD menjelaskan bahwa proses perencanaan telah melalui tahapan panjang, mulai dari Musrenbang kampung hingga kecamatan, sebelum dibahas di tingkat kabupaten. Namun, dalam pelaksanaannya pemerintah daerah juga harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas.

“Karena itu, pembangunan daerah ke depan akan difokuskan pada lima pilar utama, yakni sinergi antarperangkat daerah, sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi, kolaborasi dengan pemerintahan kampung, kemitraan dengan dunia usaha, serta penerapan efisiensi dalam pelaksanaan program pembangunan,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Way Kanan, Rial Kalbadi, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk memastikan berbagai aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“DPRD memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap kebijakan dan perencanaan pembangunan agar benar-benar tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah menyampaikan bahwa arah pembangunan daerah juga diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Ia mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi daerah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, sementara tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan sebesar 1,07 persen.

Selain itu, pemerintah daerah juga bersiap menghadapi Sensus Ekonomi 2026, yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih akurat mengenai kondisi ekonomi daerah serta menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan selanjutnya.

Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang dinilai tetap mampu menjalankan pembangunan secara bertahap meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia menyebut bahwa perekonomian Provinsi Lampung saat ini tumbuh positif sebesar 5,28 persen, dengan sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi sekitar 24,98 persen.

Menurutnya, kondisi pembangunan saat ini menuntut pemerintah daerah untuk semakin mandiri serta memperkuat integritas dan transparansi dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat. Justru melalui perencanaan yang tepat dan sinergi semua pihak, pembangunan tetap dapat berjalan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Jihan.

Ia berharap Musrenbang RKPD 2027 ini mampu menghasilkan program pembangunan yang lebih konkret, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Way Kanan. (RWK/AT)