RADARWAYKANAN.COM – . Petani di seputaran Kecamatan Pakuan ratu Kabupaten Waykanan kurang bergairah merawat kebun Srewangi, akibat dampak dari murahnya harga jual komoditas perkebunan khususnya minyak serai wangi yang kini berkisar Rp100-Rp.115 000. /kilogram.
Indra” pengusaha sekaligus mengelola kebon Srewangi di seputaran wilayah tersebut, menjelaskan anjloknya harga minyak serai wangi itu terjadi selama pandemi COVID-19 lalu atau dalam setahun terakhir, dan sebelumnya harganya sempat Rp300.000 /kilogram. jelas nya
“Namun untuk sekarang ini petani sudah kurang semangat mengurus kebunnya, sejak harga jual minyak serai wangi ini murah. Kami menjualnya ke pedagang pengepul yang selanjutnya dijual ke Kota Medan (Sumatera Utara) dan beberapa wilayah lain yang berani mengimbangi harga jual beli” kata Indra.
Ia menjelaskan, selain harga jual minyak serai wangi itu murah, kayu bakar juga sulit diperoleh dan jika ada maka harganya juga mahal. “Kayu bakar itu diperlukan untuk penyulingan minyak serai wangi,” ditambahkan nya.
Juga Indra menjelaskan, lahan serai wangi dengan luas satu hektare itu bisa menghasilkan minyak sekitar 70 kilogram dengan masa panen tiga sampai empat kali dalam setahun.
Maksi” seorang warga Setempat juga menjelaskan tidak hanya minyak serai wangi yang harganya turun, namun beberapa komoditas perkebunan lainnya juga mengalami hal yang sama seperti umbi Porang dan singkong sejak pandemi COVID-19 lalu. Sampai pada hari ini Kamis (25/5/2023) Belom ada bayangan dan kabar pasitif untuk perubahan dan kenaikan harga.RWK/M












